Pria Pemberi Harapan Palsu
Pria pemberi harapan palsu memang tak lekang dengan jaman. Makhluk macam ini selalu ada dimana-mana. Yup mirip virus dan bakteri. Tidak pernah musnah melainkan dorman (tidur panjang) ketika tidak mendapatkan kondisi atau lingkungan yang sesuai. Modusnya bermacam-macam dan kian hari semakin berwarna mirip rainbow cake. Sebelum termakan rayuan wahid darinya mari kita kenal lebih dekat.
Pria ini hanya ada di dua dunia. Yang pertama di dunia nyata dan yang kedua di dunia maya. Pria di dunia nyata sering kita jumpai. Bisa ketemu di kampus atau tempat kerja kan. Modusnya sering kali lewat bercanda. Sengaja bikin wanita jadi GR dan sok menyembunyikan status. Pernah ketemu pria macam gini? Dengarkan kata hatimu ya. Apakah saya pernah mengalaminya? Tentu saja. Lantas apa yang saya lakukan? Ini bagian yang saya suka. Entah bisikan darimana saya akhirnya stalking alias "liat-liat sosial medianya". Bermodalkan alamat email yang saya punya, saya pun berusaha mencari informasi lebih jauh.
Langkah pertama adalah mencari lewat google. Kenapa google? karena saya bisa mengetahui track record pria tersebut di masa lalu. Dengan mengetikkan nama pria tersebut, muncul informasi lebih detail. Saya akhirnya mengetahui, lulusan dari manakah dia dan pernah melamar kerja dimana saja :) Keren banget kan? Dengan cara ini juga saya bisa sedikit mengetahui karakter pria tersebut. Apakah dia tipikal pria yang selamanya menjadi karyawan sampai tua. Atau menjadi pria seksi seperti tipe saya. Yaitu pria yang memiliki jiwa entrepreneurship hmmmm.
Bermodalkan informasi dari google juga, saya mengetahui bahwa account facebook yang dimilikinya menggunakan nama samaran. Sangking merasa populernya dan merasa tampan, dia menggunakan nama aktor hollywood. Wah wah wah...lebay banget ya. Jumlah temannya terbilang banyak, sekitar 1000 orang. Terlihat keren? Tidak juga, malah tergolong tidak selektif dalam memilih teman. Toh belum tentu kenal semuanya kan :) .
Apakah foto bisa menjelaskan sesuatu? Bisa iya bisa juga tidak. Dan saya terus mengikuti apa kata hati kecil saya. Ada beberapa foto masa lalunya. Tidak ada satupun foto yang hanya berdua dengan wanita. Sebagian besar foto selalu dikelilingi wanita. Mudah ditebak ,pria ini ingin menunjukkan eksistensi sebagai pria yang punya banyak fans. Bangga dicap sebagai cowok playboy.
Status di facebook? Tentu saja saya membacanya. "In Relationship". Apakah ini cukup? Tidak. Saya masih belum selesai. Beralih ke twitter. Lagi-lagi menggunakan nama samaran. Tidak banyak tweet yang ada. Hanya beberapa kalimat normatif yang berkaitan dengan pekerjaannya.
Sekarang langkah terakhir. Saya mendapatkan informasi melalui facebook dan twitter tentang dia. Dan hanya butuh satu keisengan lagi sebelum saya akhiri. Tidak salah bukan? Saya mengetikkan alamat emailnya pada google. Jari saya berhenti sejenak. Tatapan saya terfokus di bagian password yang harus saya isi. Pikiran saya mencoba menerka. Dan ternyata diluar dugaan saya. Passwordnya sangat mudah ditebak.
Password emailnya ternyata nama account twitter!!!! What A Stupid Man!
Semua aibnya ternyata ada di dalam email? Pria ini ternyata memiliki kekasih yang tinggal di kota yang berbeda. Mirip sinetron. Cerita cinta LDR . Lengkap dengan perbedaan status sosial. Sang wanita polos yang malang. Mengalami culture shock di tempat kerja. Mungkin dibesarkan dengan rasa kurang percaya diri. Perdebatan masalah gaji dan keinginan menikah??? Di dalam email!!!
Saya punya celah??? Benar. Kesempatan besar sekali saat itu. Merusak hubungan mereka melalui email. Tapi tidak. Saya tidak akan melakukan itu. Saya akan menghormati hubungan tersebut. Dan saya mundur dari skenario sinetron dan cerita hidup yang maaf terlalu biasa untuk saya.
Saya bukan hacker! dan Allah bermurah hati memberikan saya kesempatan untuk mengintip lebih jauh status pria tersebut melalui email. Dan saya tidak ingin mengotori kesempatan tersebut. Niat awal saya hanya untuk memproteksi diri saya sendiri. Agar tidak memberikan ruang bagi pria tersebut. Sebelum saya terlanjur suka dan berharap lebih jauh. Dan saya berhasil.
Hari ini saya bersyukur dijauhkan dari pria tersebut. Pria yang ternyata sangat tidak keren. Pria yang pekerjaannya dituntut untuk teliti dan menjaga keamanan data. Ternyata malah teledor dengan emailnya sendiri. Terlebih di dalam email tersebut juga terdapat data penting menyangkut pekerjaannya.
Wanita baik-baik untuk pria baik-baik juga. Dalam hal ini saya mengartikan secara luas. Baik dalam segi wawasan, cara pandang, sikap hidup dan juga baik dalam menjaga keamanan diri dalam berlalu lintas di dunia maya :)
Saya tetap melanjutkan hidup. Menikmati puzzle yang sedang saya mainkan. Satu demi satu bagian telah tersusun. Dan bagian lain ,yang tidak lain adalah belahan jiwa saya. Penuh dengan tanya , doa dan harapan. Sebuah jalan indah sedang menanti saya dan dia. Untuk satu pertemuan indah. Dan saya selalu yakin akan hal itu.

Comments
Post a Comment