Oasis.com Diary 2



Selamat datang di  Online dating Oasis.com Diary 2.  Udah penasaran ya ???? Oke langsung lanjut aja yuk....

Fernand, 29 Tahun, Spanyol
Status single. Mukanya sih rata-rata. Sepintas tidak ada yang istimewa darinya. Tapi memang benar. Penampilan seseorang itu memang menipu. Saya beberapa kali ngobrol via Skype. Fernand adalah perawat dengan gaji sekitar 1000 USD per bulan. Menurut dia, gaji segitu kurang banget. Makanya dia punya side job.

Ga tanggung-tanggung, side jobnya itu sebagai Stripper!!!!(Baca: penari bugil) Keluarganya ga ada yang tahu. Temen-temen sekantornya pun juga ga tau. Dia bekerja di sebuah Club dan penontonnya adalah perempuan. Dia hanya menari dan tidak melayani "bobo bareng". Dia terima juga lho, menari via skype. Malah dia juga pernah dapet  beberapa customer dari Indonesia. Haduh jadi malu nih.

Si perempuan itu harus bayar 200 USD untuk 15 menit. Pembayaran melalui western union. Hadeh...dengan kemajuan teknologi inilah yang terjadi. Prostitusi pun semakin mudah dan lintas benua. Tepok Jidat !!!! 


Matt, 36 Tahun, Australia
Status single. Diantara penghuni oasis.com, menurut saya sih, dia yang paling normal. Matt ini biarpun cuma tamatan SMA, tapi cara berpikirnya berbobot. Picture profile nya sih keren, perut kotak-kotak. Eh taunya dia kerja sebagai kuli bangunan. Tapi jangan dipandang sebelah mata ya. Kuli bangunan di Australia itu dibayar mahal lho.

Saya pernah ngobrol sama orang Italia yang kerja di Australia. Dia ini pegang 2 gelar sarjana. Di Italia kan lagi krisis ekonomi, so dia pindah ke Australia. Tapi ya gitu, kerana ijasah dia ga laku di Australia, akhirnya dia jadi kuli bangunan. Gajinya lumayan lho, dan dengan gajinya itu dia udah liburan ke Indonesia. Seingat saya sih dia dibayar sekitar 20-30 USD per jam. Wuih..tinggal di kali berapa jam per hari dong....

Balik ke Matt. Dia ini lumayan lama jadi single, sekitar 4-5 tahun. Ngobrol soal perempuan lumayan dalam sama dia. Matt bilang udah jadi rahasia umum, perempuan di Australia itu punya anak tapi ga jelas siapa bapaknya. Parahnya lagi, mereka belum siap jadi Ibu. Cenderung cuek sama anak dan kasar.

Perilaku perempuan disana memang kasar juga sih. Ga terlalu respect sama pasangan hal biasa. Mungkin karena merasa "setara". Mereka juga dengan mudah berganti pasangan. Punya anak tanpa Bapak juga ga perlu repot. Sekalipun si Ibu ga bekerja. Toh disana kan pemerintah akan kasih semacam "asuransi" buat si Ibu dan anak. So, tetep bisa makan dan sekolah.

Selain mengkritik masalah perempuan, Matt juga kritik masalah agama.  Dia sering ga setuju sama pendeta di gerejanya. Terutama mengenai penyaluran dana gereja. Ada yang ga pas menurut dia. Dia ga setiap Minggu pergi ke gereja. Paling kalau lagi Paskah sama Natal.

Sekarang ini dia lagi getol mempelajari isi Al-Quran dan dibandingkan dengan Injil. "Sama-sama ada Ibrahim dan Isa " katanya. Dulu banget, dia pernah kerja di rumah pemotongan daging halal. Jadi Islam bukan hal yang baru. Salah satu komedian muslim favorit dia "Legally Brown" atau "Uncle Sam". Cek di Youtube deh.....Semoga Matt dapat hidayah ya....

Dua hari yang lalu saya ngobrol sama Matt via Skype. Dia udah dapet kerjaan baru.  Selamat ya Matt kamu sekarang jadi customer service di British Petroleum :)

Semoga apa yang saya tulis, bisa menambah wawasan ya. Online Dating itu seru banget... tapi tetap kita harus jadi perempuan yang pintar dan tahu dengan siapa kita berbicara. "real one" atau "fake one".

"Keep Searching dan Salam Waspada"



Comments

Popular Posts