Menikah Beda Agama ?
Kenapa harus menikah beda agama? Karena usia kita yang terus bertambah ? Khawatir tidak akan ketemu yang mau menikah dengan kita ? Jangan pernah lakukan itu mbak bro.
Saya mengenal seorang pria asal Australia di sebuah online dating. Kami berteman selama satu tahun. Beberapa kali mengobrol via skype. Dan sangat seru sekali. Wawasannya luas, itu yang membuat saya betah ngobrol. Plus dia juga sering mengikuti berita tentang Indonesia di media.
Pokoknya klik banget deh. Dan jarang sekali saya menemukan pria seperti dia. Saya rasa dia idaman wanita.
Sayang kami berbeda agama. Beberapa kali dia meminta saya untuk menikah dengannya. Dan dia bilang , kami sebaiknya menikah beda agama. Toh tidak masalah kan.
Tentu saja saya menolaknya dengan halus. Khawatir saya akan membuat dia terluka atau tersinggung. Saya katakan tidak bisa. Saya hanya mau menikah dengan pria yang seiman. Dan saya menghargai agama yang dia yakini.
Saya pribadi tidak mau meminta seseorang berpindah keyakinan untuk menikahi saya. Agama harus dipilih dengan sadar. Dan harus bertanggung jawab dengan pilihan. Agama bukan merk untuk ditulis di identitas. Melainkan keyakinan yang harus diimplementasikan di kehidupan sehari-hari.
Jangan pernah mau menikah beda agama mbak bro. Untuk apa buru-buru menikah karena dead line usia. Beda keyakinan pula ! Daripada menyesal di kemudian hari. Lebih baik menunggu dan mencari pria yang seiman. Menikah bukan untuk sehari dua hari. Tapi untuk selamanya.
Pernikahan akan menghadapi banyak ujian. Dan keimanan sangat berperan penting dalam ujian tersebut. Lebih baik memiliki keyakinan yang sama. Sehingga tidak ada perbedaan pendapat ataupun kebiasaan mengenai keyakinan di kemudian hari. Oh ya jangan lupa baca realita online dating ya.

Comments
Post a Comment