Kapan Menikah Mbak?


"Kapan menikah Mbak" ? Ini adalah pertanyaan paling sensitif buat para jomblo. Baik jomblowan maupun jomblowati. Saya tahu persis deh rasanya kaya gimana. Bikin naik darah pastinya. Secara saya jomblo juga gitu loh.

Mereka yang bertanya itu pasti asal jeplak aja. Yakin banget deh, mereka ga mikir dulu pas mau nanya. Dipikirnya ngasih motivasi dengan nanya kapan nikahnya ? Parahnya lagi mereka membandingkan dengan teman kita yang sebaya. Sudah punya anak 3 dan jangan terlalu pemilih deh. Milih yang ini milih yang itu, tahu-tahu udah jadi perawan tua. Haduh mulutnya kok tajam banget sih.

Menjadi wanita single dalam budaya kita sungguh tidak mudah. Kalau ga tahan, bisa makan hati setiap hari. Memikirkan omongan tetangga kanan kiri dan keluarga besar yang bikin kuping panas. Tahun ini saya berusia 32 tahun dan masih single. Alhamdulillah saya punya mama yang luar biasa. Mama tidak pernah heboh karena saya belum menikah. Apalagi membahas masalah tersebut setiap hari. 

Mama memberi saya kepercayaan penuh untuk hidup dengan tanggung jawab pribadi. Membebaskan saya mengambil keputusan untuk hidup saya sendiri. Dan mengijinkan saya untuk pergi kemanapun. Kecuali satu hal. Saya tertahan tidak bisa melanjutkan studi S2 ke Jerman. Hiks...hiks...padahal saya kepengen banget deh.

Untuk itulah saya jadi ingin menikah. Supaya dapat ijin dari mama untuk melanjutkan studi ke Jerman. Bisa saja saya melobi mama biar diberi ijin atau setengah maksa. Tapi saya percaya sekali, bahwa restu mama sangat penting dalam setiap langkah yang saya ambil. Doa mama sudah menjadi setengah jalan keberhasilan untuk saya. Jadi lebih baik saya penuhi permintaannya. Daripada saya kualat. Daripada mama marah dan Allah juga jadi marah sama saya. Wah, kalau yang ini saya ga sanggup deh.

Mama tidak pernah mengharuskan kriteria ini dan itu. Semua terserah saya. Karena kan saya yang menjalani. Bersyukur banget punya Ibu seperti mama. Semoga kalian semua juga selalu dapat dukungan dari Ibu ya.

Lantas bagaimana menghadapi tetangga yang reseh ? Cuek is the best. Ga percaya ? Buktikan sendiri keampuhannya.

" Kapan nih mbak"
" Insha Allah segera tante, minta doanya saja ya"

Kalau saya sih, selalu bilang begitu. Saya tidak perlu merasa minder. Kalau ada tetangga saya yang usianya jauhhhhh lebih muda dari saya menikah. Masih umur 17 tahun lagi. Kok bisa ? Iya soalnya hamil duluan. Yahhhhh. Ya iya lah kalau kasus yang kaya gitu. Hehehehe

Saya mah, cuek-cuek aja kalau ada yang menikah sedangkan saya belum. Jodoh itu kan ga bakal ketuker. Jodoh itu ibarat kematian. Kalau sudah datang tidak bisa ditolak. Biarpun ngumpet di rumah tetangga, di bawah kolong meja. Pasti bakal ditemukan lah.

Lantas menghadapi keluarga besar bagaimana? Hehehe, kalau untuk yang satu itu saya cenderung melarikan diri. Terutama saat lebaran tiba. Sudah dua lebaran ini saya tidak berkumpul dengan keluarga besar. Sebelum lebaran tiba saya sudah menyiapkan rencana untuk backpaker an. Hehehe. Tahun lalu saya melarikan diri ke singapura saat lebaran tiba. Tahun ini saya berencana lari ke Jogjakarta. Yang penting satu ya. Sudah dapat ijin dari mama. Cihuyyyy.

Hal penting lainnya juga nih, tetap menyibukkan diri. Jadi jomblo itu berarti single happy. Hidup harus berkualitas, sehat dan produktif. Jangan menyiksa diri karena masih sendiri. Apalagi membandingkan hidup kita dengan yang sudah menikah. Yah...itu mah ga adil. Udah deh percayalah, semua ada waktunya. Selama saya dan kalian tetap berdoa, berusaha dan selalu memperbaiki diri. Insha Allah jodoh akan kiat dekat.

Comments

Popular Posts