2 Pertimbangan Menjalin Hubungan Dengan Duda







Menjalin hubungan dengan duda sah-sah saja. Ditambah dua orang saksi dan seperangkat alat sholat dibayar tunai :D. Kultur kita semakin toleran dengan status seseorang. Bisa jadi karena pengaruh artis di TV. Sehingga status janda dan duda tidak lagi dianggap tabu. Saya pribadi tidak pernah anti dengan status duda. Kan asik lebih  berpengalaman, lebih dewasa lebih bijak dan pasti banyak belajar dari pernikahan sebelumnya. Itu pendapat saya lho. Tapi ada baiknya kita semua memperhatikan hal berikut :

1. Duda cerai atau duda mati 
Duda mati bukan duda yang bangkit dari kubur ya :). Sebagian dari kita mungkin berpikir, jika dia menjadi duda karena istri meninggal berarti dia tipe setia! Bisa saja. Tapi berhati-hatilah ! Kalian akan dibandingkan dengan istri yang dulu. Bisa jadi dia sangat mencintai istrinya yang dulu dan selalu menceritakan setiap kenangan bersamanya. Apakah kalian siap ?


Bagaimana jika duda cerai? Well, pastikan sudah berapa lama dia cerai dan coba cari tahu apa penyebab perceraian terdahulu. Kepo amat sih ! Bukan masalah kepo mbak bro, tapi demi keamanan diri kamu juga. Kalau ternyata cerai karena kasus KDRT ! Bisa-bisa kamu jadi korban berikutnya. Haduh semoga tidak ya. Mari kita semua berdoa supaya dijauhkan dengan pria macam begini.

2. Memiliki anak 
Ini namanya paket hemat. Beli satu dapat dua. Nikah sama bapaknya langsung dapat anak :D .Memiliki anak dari pernikahan terdahulu lumayan kompleks. Semua tergantung bagaimana kamu menghadapinya. Tidak semua anak merasa senang posisi sang Ibu digantikan. Ini bisa jadi tantangan yang menarik sekaligus tekanan batin. Kalau si Anak tinggal satu rumah, pesan saya cuma satu. Jadilah Ibu Tiri yang baik, jangan seperti Ibu Kota yang kejam. 


Jika si anak tinggal terpisah, misalnya tinggal dengan Ibunya. Maka kamu harus siap lahir dan batin. Jika sang mantan istri sering telepon "ayang" kamu untuk urusan sekolah atau karena si Anak sakit. 

Semuanya tergantung dari sikap kamu. Tanyakan pada dirimu sendiri apakah kamu siap, menjalin hubungan dengan duda. Menerima semua masa lalunya dan menatap masa depan bersama. Minta pendapat  sahabat atau teman yang menjalin hubungan dengan duda juga. Belajarlah dari mereka. Tanyakan kendala apa yang kelak akan dihadapi . Semuanya agar kamu siap dan tidak kaget . 

Hal yang paling penting adalah, luruskan niat. Segala sesuatu dari niat. Dekatkan diri selalu dengan Allah. Minta petunjuk Allah. Agar hatimu tidak tersesat. Agar mata hatimu tetap jernih :)

Comments

Popular Posts