Cantik Itu Relatif







Sering kali kita bertanya pada diri kita sendiri, apakah saya cantik? Kita seringkali merasa minder. Apalagi membandingkan diri dengan si A, si B. Si ini, si itu. Wah tidak ada habisnya deh.

Semua wanita dilahirkan cantik. Titik. Dan tidak bisa ditawar. Apalagi cuma beli sekilo :D. Idih emang kita apaan yak. Cantik itu relatif dan sangat subjektif. Tergantung mata siapa yang memandangnya. Dan hati siapa yang berbicara.

Kita tidak perlu meniru siapapun supaya cantik. Cukup menjadi diri sendiri dan mensyukuri fisik yang sudah sepaket dalam diri kita. Jangan pernah membandingkan diri kita dengan orang lain.
Cantik itu masalah selera. Dan tentu saja tidak ada satuan untuk menyatakan cantik. Tidak mungkin kita bilang si A cantiknya 2 cm atau si B cantiknya 35 derajat.

Seorang wanita dengan tinggi 160 cm berat badan 46 kg, kulit sawo matang, hidung tidak mancung. Rambut tidak terlihat. Kan ditutupi jilbab. Wanita ini dalam kategori biasa saja bagi kita kebanyakan.
Tapi siapa sangka, ketika berada di Grand Palace Bangkok. Wanita ini justru mengundang decak kaum dan diminta turis asing lainnya untuk berfoto. Ketika di bandara di kota bangkok, terulang lagi. 

Apakah penampilan wanita ini aneh? Wanita tersebut mengenakan celana jeans berbentuk pipa. Longgar sehingga tidak membentuk kaki. T-shirt panjang selutut. Sempurna menutup bagian paha. Jilbab yang menutupi dada dan sebuah kalung dari logam mengantung di lehernya.
Wajahnya tidak dihias make up sama sekali. Polos. Kacamata hitam sport yang setia di kepala. Serta sepatu kets berwarna abu-abu. Simple dan tidak heboh.

Dengan penampilan seperti itu. Wanita tersebut memikat hati turis asing.Baik laki-laki maupun perempuan .Lagi-lagi ini soal selera.

Saya dan kamu semua pasti setuju, wanita tadi tidak istimewa. Tetapi kita bisa saja keliru. Justru seorang perempuan muda asal Tiongkok mendekati wanita tadi sambil berkata dengan bahasa Inggris yang tidak fasih  "you are beautiful "

Comments

Popular Posts