Jangan Terjebak Dengan Sahabat Pria
Hubungan pria dan wanita tidak akan pernah murni sebagai sahabat. Selalu akan terjadi "sesuatu". Walaupun "sesuatu" itu akhirnya dibuat rumit sendiri. Oleh siapa ? Oleh sang wanita tentu saja. Makhluk yang selalu berpikir dengan perasaan ketimbang logika. Sudah banyak contoh yang terjadi. Dan wanita selalu menangis Bombay di akhir cerita.
Mari kita samakan persepsikan arti teman dan sahabat. Teman hanya sekedar teman. Tidak ada rasa ketergantungan. Tidak ada "rasa" khusus. Sahabat ditandai dengan "rasa ketergantungan". Apapun akan ingat dia. Salah satu pihak merasa dia yang harus tahu semuanya. Termasuk jadwal harian dan aktivitas lainnya. Bahkan sahabat prianya akan dijadikan "standar" untuk mencari belahan jiwanya.
Ketika persahabatan ini terjadi antara pria dan wanita. Maka akan selalu diwarnai "sesuatu".
Saya melihat dari sisi wanita. Karena saya adalah wanita dan banyak wanita yang menelan kekecewaan.Wanita mudah nyaman karena "terbiasa". Perlahan-lahan hati wanita akan tumbuh "sesuatu". Dari awal sang wanita sadar , bahwa sahabat prianya "tidak ada rasa" dengannya. Wanita rela dijadikan teman curhat bagi sahabat prianya. Tidak masalah jika sahabatnya bercerita tentang " kekasihnya". Sang wanita malah merasa tersanjung.
Sang wanita juga mau diajak "hang out" berdua. Sekedar makan. Sekali dua kali dan entah berapa kali lagi.Wajar jika ada tumbuh " rasa" lain di hati wanita. Semua cerita. Hari-hari yang dilewati bersama. Belum lagi obrolan lewat telepon berjam-jam lamanya.
Normalnya hubungan wanita dan pria yang tanpa ikatan hanya sebatas teman. Teman bisa diajak diskusi. Tetapi dalam koridor yang wajar ya. Tidak juga mengobrol tanpa tujuan. Apalagi pergi bersama hanya berdua. Walaupun dengan dalih "traktiran". Dan akhirnya merasa spesial. entah darimana datangnya bisikan bahwa wanita tersebut yakin bahwa sahabatnya juga pasti ada perasaan yang sama.
Wahai para wanita. Jangan lukai hatimu sendiri. Dan diujung cerita engkau akan menangis. Pria adalah pria. Dia tidak akan pernah merasa menyakitimu. Karena memang dari awal kamu sudah mengijinkan masuk ke dalam zona abu-abu tersebut. Engkau terlalu bermain dengan perasaanmu sendiri.
Jadikan suamimu di masa yang akan datang sebagai sahabatmu. Bukan sahabat pria yang di masa mendatang belum tentu menjadi suamimu.


Comments
Post a Comment