Pasrah Terhadap Ketentuan Allah




Pasrah itu Indah


Mulai bulan ini saya mendapat tanggung jawab baru. Simple sih hanya membeli pampers. Belinya tentu saja pakai uang saya dan bukan pampers untuk bayi. Melainkan untuk nenek saya. umur beliau sudah hampir 100 tahun. Sudah pikun dan ritme tidurnya jadi tidak teratur. Siang hari akan tidur dan malam hari akan bangun plus bicara sendiri. Beliau marah jika tidak ada yang menjawab pertanyaannya. Apalagi bertanya pada jam 2 pagi ketika semua orang sedang tidur nyenyak. Selain itu kadang beliau sering pipis sembarangan. Sudah ga tahan kalau harus ke toilet. Apalagi jalannya sudah susah.


Beliau tidak tinggal serumah dengan saya. Melainkan di luar kota. Jadi kami para cucunya berbagi tugas. Sepupu saya yang tinggal serumah Merawat beliau. Sedangkan saya membelikan pampers dan  mengirim kesana. Pampers dewasa harganya tidak murah. Berbagai merek harganya 11 12 untuk ukuran L. Satu pack berisi 8 pampers seharga antara 45-50 ribu rupiah. Kalau 30 hari tidak mungkin hanya disediakan 30 pampers. Harus dilebihkan. Jadi bisa dihitung sendiri kan untuk 1 bulan?

Belum lagi saya harus membelikan susu. Dan mengirim uang bulanan . Jaga-jaga kalau nenek saya sakit dan harus berobat. Tugas baru ini jelas membutuhkan anggaran ekstra. Kadang saya berpikir "kenapa harus saya?"

Kondisi mama sendiri juga tidak sehat. Sejak tahun lalu , ada saraf di sekitar pipi yang sakit. Sepintas gejala seperti sakit gigi padahal bukan. Setiap bulan mama harus kontrol ke rumah sakit, tepatnya ke poli saraf. Ada saraf ke 15 atau ke berapa yang bermasalah. Saya tidak ingat persis. Dokter spesialis tentu tidak ada yang murah. Lagi-lagi harus ada anggaran ekstra. Mama tercatat sebagai anggota BPJS. Tapi saya memilih ke rumah sakit swasta dengan kualitas obat yang terjamin. Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk beliau.

Pertanyaan "mengapa harus saya?" terkadang membuat saya lelah. Ditambah pertanyaan tersebut membuat saya jadi tambah stress. Jadilah saya pasrah. Saya tidak tahu, anggaran darimana untuk nenek dan mama. Berat rasanya. Tapi, matematika Allah itu Maha keren. Selalu saja ada pekerjaan tambahan yang hasilnya bisa menutup semua kebutuhan tersebut. Ditambah lagi, pekerjaan tersebut terbilang ringan.  cukup di selesaikan di depan komputer. Tanpa menganggu tugas utama.

Pasrah terhadap ketentuan Allah. Begitu pula dengan urusan jodoh. Kita harus yakin terhadap Allah dan hanya Allah yang tahu kapan waktunya. Jika kita telah berusaha untuk menjemputnya namun belum datang juga? Jangan menyerah. Tetap berusaha dan pasrah. Kita semua milik Allah. Dan Allah berhak atas segala sesuatu yang terjadi pada kita. Termasuk urusan jodoh. Tetap berusaha dan Selebihnya Allah yang akan mengatur untuk kita.

Comments

  1. Mbak Dian, semangat ya....
    Brp bersaudara mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih, saya dua bersaudara, saya tadi message nanya karikatur :D.

      Delete

Post a Comment

Popular Posts