Doa Senjata yang Sangat Dahsyat





Doa akan membuatmu kuat...Bismillah



Doa memang senjata yang dahsyat. Sepertinya saya harus banyak belajar mengenai doa itu sendiri. Bulan puasa kemarin saya terkena fitnah. Tepatnya di tempat bekerja. Seperti tidak ada jalan keluar. Sulit rasanya ada peluang untuk lolos dari fitnah tersebut. Saya cuma orang kecil. Tidak kenal dengan pejabat manapun. Kalau terkena politik kotor di tempat kerja. Siapa yang akan menolong saya ? Bukankah selalu ada anak emas dan tukang jilat di semua kantor ?

Dalam rasa ketakutan. Entah kenapa ada perasaan tenang saat itu. Atau mungkin karena saya memaksakan diri untuk sholat malam di bulan puasa. Entahlah. Saya tidak tahu pasti. Dalam perasaan takut saya melakukan sholat hajat. Saya rutin sholat hajat. Meminta ampun kepada Allah. Mengakui kesalahan saya. Sebagai manusia, belum bisa jadi hamba yang sempurna. Dan saya berjanji kepada Allah.  Untuk memperbaiki diri.

Saya berdoa di setiap sujud. Saya memohon ampun sekaligus memohon keadilan. Sebagai manusia saya salah. Namun dalam hal ini, saya adalah karyawan yang dizholimi. Saya memohon keadilan kepada Allah. Saya tidak meminta keburukan bagi yang mendzolimi. Sungguh saya memohon keadilan. Ramadhan adalah bulan yang baik. Segala kebaikan terdapat di dalamnya. Saya berdoa dengan sungguh-sungguh. Dan saya pasrah sebagai hamba.

Hari yang ditakutkan tiba. Mau tidak mau harus dihadapi. Saya menghadap atasan untuk memberikan laporan pekerjaan. Saya berdoa sebelum bertemu atasan. Kemudian masuk ke ruangan dengan senyum. Sungguh sikap atasan tidak terduga. Benar-benar jauh dari logika. Hari itu, dia mendadak ramah. Justru saya diundang acara syukuran di rumahnya. Padahal sebelumnya....ah sudahlah. Benar-benar aneh tapi nyata. Kok bisa ya, tanya saya dalam hati. 

Saya jadi bengong dan garuk-garuk kepala sendiri. Setelah itu saya sujud syukur. Ramadhan penuh kebaikan. Dan Allah Maha mengabulkan semua permintaan. Doa saya didengar. Dan Allah menjawabnya. Setelah lebaran kemarin justru rejeki saya bertambah. Minggu lalu dapat amanah baru. Menegaskan saya semakin istimewa di kantor. Dan semua terjadi, setelah fitnah tersebut. Subhanallah.

Salat malam, sedekah, sholat hajat dan pasrah. Empat hal itu kunci saya melewati fitnah besar tersebut. Malam ini saya diingatkan oleh sahabat saya. Uci bilang doa harus spesifik. Kalau minta jodoh harus spesifik.

Hmmm Uci benar. Sepertinya saya belum sungguh-sungguh berdoa kepada Allah untuk urusan jodoh. Ada yang mendekat. Tapi bukan seperti yang saya mau. Sepertinya saya belum yakin kepada Allah kalau pria impian saya itu ada. Atau saya belum yakin akan dikabulkannya permintaan tersebut. Sehingga jadi cepat menyerah. Dan berhenti berdoa. TERLALU.

Doa yang tidak sungguh-sungguh dan tidak spesifik. Bisa jadi Uci benar. Bukankah "doa" yang menyelamatkan dari fitnah? Kala itu saya berdoa dengan spesifik. Menceritakan dengan detail masalah yang sedang terjadi. Bukankah seharusnya  saya melakukan hal yang sama? Iya, berdoa untuk urusan jodoh. Hmmm pantas saja pria yang PDKT ke saya selalu tidak cocok. Yang pada akhirnya saya harus kabur atau rajin ngeles untuk menyudahi PDKT tersebut. Karena you are not my type. Lelah sekali rasanya. Tiba-tiba saya butuh perlindungan pria. Agar tidak ada yang mengganggu.

Seharusnya 4 hal tadi harus saya lakukan terus. Walaupun saya masih susah untuk sholat malam. Terutama karena rajin bergadang. Seharusnya saya rajin sholat hajat. Memohon pria impian secara spesifik. Mirip beli gadget. Spec nya harus jelas. Saya harus bilang terima kasih nih sama Uci. Pesan sederhana namun dalam maknanya.

Ya Allah, ampuni hamba yang belum serius dalam berdoa. Bukankah seharusnya hati ini hanya bergantung padaMu. Seharusnya hamba tidak perlu meragukan Engkau. Dzat Maha pemilik cinta. Ampuni aku Ya Allah...Berikan kekuatan pada kami semua untuk menjaga rasa cinta. Menjaganya untuk seseorang yang telah Engkau Tetapkan. Menjaga rasa cinta dan rindu untuk ikatan yang halal...







Comments

Popular Posts