Jangan Hakimi Korban Penipuan








Jangan Hakimi Korban Penipuan.  Terlebih korban cinta dunia maya. Setiap orang berhak berusaha mencari pendamping hidup lewat banyak jalan. Semua itu pilihan. Apalagi bukan jaman siti nirvana eh nurbaya deng.

Ada yang berusaha memperbanyak kenalan lewat teman kantor. Ikutan klub gym. Rajin nganterin Ibu ke acara arisan. Sampai akhirnya jadi rajin sholat berjamaah di masjid. Plus rajin ikutan kajian pra nikah. Semuanya boleh-boleh saja dan tergantung kreativitas masing-masing.

Begitu pula mencari kenalan lewat dunia maya. Lebih spesifik lagi melalui online dating atau biro jodoh. Ada yang sudah malang melintang sampai bujur membujur. Halah. Intinya sudah hafal betul bagaimana harus bersikap di online dating.

Tapi bagi para newbie alias masih baru, banyak yang belum paham. Mereka masih belum tahu seluk beluk online dating. Masih belum bisa membedakan mana profile beneran atau palsu. Apalagi ketika join memiliki harapan yang besar untuk bertemu belahan jiwa. Pasti rasanya excited banget. Sehingga menjadi kurang mawas diri.

Saya membaca banyak artikel yang menyudutkan korban penipuan online dating. Tidak selayaknya mereka dihakimi. Ok, mungkin ada korban yang karena memang jatuh cinta akhirnya bercerita mengenai calonnya. Mengupload foto sang calon di social media. Dan juga bercerita ke keluarga besar.

Saya yakin kalau kamu pernah jatuh cinta akan berperilaku yang sama. Paling tidak salah satu dari contoh diatas. Sangat-sangat wajar. Iya kan?

Jatuh cinta akan membuat orang lupa daratan. Semuanya indah. Hal-hal bodoh juga tanpa sadar dilakukan. Inilah yang disukai dari scammer. Mereka memang ahli membuat korban jatuh cinta benaran. Mereka mempermainkan psikologis. Membuat skenario yang rapih dan indah. Silahkan pelajari scam scenario 1.

Korban akan begitu percaya. Dan tanpa sadar kehilangan uang dengan nominal yang besar. Korban dijebak. Tentu saja semua dilakukan atas nama cinta.

Please, jangan Hakimi Korban Penipuan. Semua orang pernah melakukan kebodohan. Tugas kita semua adalah dengan tidak menambah rasa bersalah pada  korban.  Tetap berikan support agar mereka bisa melampaui ini semua.

Bayangkan kalau kamu diposisi mereka...Jangan hakimi korban penipuan ya....

Comments

Popular Posts