Saya Takut Jatuh Cinta Lagi










Saya takut jatuh cinta lagi . Perasaan ini sudah hampir satu minggu. Entah perasaan apa ini. Suka, kagum, kaget , sayang, penasaran atau cinta? Saya sendiri tidak yakin.  Semenjak terakhir bertemu dengan dia. Rasanya ada yang tersirat. Tidak tahu persis. seperti ada sesuatu. Ada yang tidak beres. Tapi apa ya?

Hari Senin yang lalu saya bertemu dengan seorang klien. Ini bukan pertemuan pertama. Seperti yang sudah-sudah  pertemuan ini untuk melengkapi berkas. Tidak ada yang berbeda. Semuanya normal. Percakapan kami mengalir. Asalnya yang dari Bali membuat saya menceritakan perjalanan ke Ubud lebaran lalu. Spontan dia bilang "kenapa tidak menginap di tempat orang tua saya ?". Saya hanya tersenyum. Tawaran aneh, kan ga deket ama dia. Gimana mau numpang di penginapan orang tuanya.

Sambil membantu menuliskan alamat di blanko, tiba-tiba dia bilang "ini dekat dengan rumah mbak kan". Saya kaget dan mencoba menyembunyikan rasa panik. Belum menjawab. Bingung merespon.  Sambil berpikir keras!  kapan cerita tentang rumah saya ya ? Ooo mungkin tahun lalu. Tapi kok rasanya ga pernah cerita deh. Lagian kalau iya, itukan udah lama banget.

Pertemuan hari itu tidak sampai 15 menit. Dia mengucapkan terima kasih dan saya berjanji untuk menghubungi jika berkas telah selesai. Kami saling bertukar senyum dan saya melihat " binar " di matanya. "Ramah" pikir saya. Mungkin semua orang Bali seperti itu. Waktu ke Ubud, warga disana juga ramah.

Hari selasa sepulang dari kantor tiba-tiba teringat klien tersebut. Tanpa alasan. Tidak tahu kenapa. Firasat saya bilang " ada yang aneh". Dan saya mencoba mengingat pertemuan dengannya.  baru sadar kalau sikapnya ramah banget. Seperti sudah kenal lama. Ah tapi mungkin karakternya seperti itu. Iya, khas orang Bali kan.

Saya yakin hubungan kami  hanya sebatas hubungan "tuan dan pembantu ". Dia sering memberi hadiah kecil sebagai tanda terima kasih.  yakin deh tidak akan ada perasaan lebih. Dan saya harap juga tidak. Padahal baru saja lolos dari duda. Kenapa kabur ? Karena you are not my type. Sekarang muncul masalah baru.

Rasanya tidak sanggup lagi. harus menjalani hubungan beda agama. Saya muslim dan dia beragama hindu. Tidak terbayang kalau serius. Akan ada perdebatan masalah agama. Mungkin dia bisa menjadi mualaf. Tentu dengan resiko,  akan dikeluarkan dari daftar keluarga. Terutama mengenai hak waris. Di Bali sistem yang berlaku adalah patriarki. Hanya Laki-laki yang akan menerima warisan dari Ayahnya. Apa dia juga siap berkorban sejauh itu ? Hanya untuk cinta ?

Harta bisa dicari. Dikumpulkan dengan tenaga sendiri. Tanpa warisan, masih bisa sukses luar biasa. Tapi permasalahan akan muncul karena agama. Jika dia memutuskan menjadi mualaf. Apakah keluarganya masih bisa menerima dia ? Atau malah hubungannya menjadi rusak. Sampai tidak dianggap anak ?Ah saya jadi berpikir terlalu jauh. Padahal belum tentu kan.

Terlalu rumit. Dan benar-benar tidak sanggup jika itu terjadi. Semoga perasaan saya salah kali ini. Semoga sikap ramah dan "binar" mata itu bukan sesuatu. Apalagi, atasan saya memiliki proyek dengannya. Kabar buruknya saya akan menjadi partner kerjanya. Tentu kami akan intens berkomunikasi. Dia menginginkan saya menjadi admin di website yang kami rencanakan. Tentu ini pekerjaan jangka panjang yang menuntut kinerja terbaik.

Kami  sama-sama single. Dua anak muda yang dinamis. Seumuran.  Bekerja dalam satu team. Dituntut profesional. Walaupun saya tahu, apapun bisa terjadi dalam kondisi tersebut. Ah tidak mungkin. Dia orang sibuk. Dosen muda di kampus ternama juga.

Spontan jari-jari saya mengetikan namanya di google. Tidak satupun sosial media yang muncul atas namanya. Entahlah jika dia menggunakan nama samaran. Data yang muncul adalah makalah atas namanya. Penelitian dan juga diktat kuliah. Hmmm rupanya dia aktif juga sebagai tim penulis. Diterbitkan oleh penerbit yang bonafit . Mungkin dia tidak menggunakan sosial media untuk menjaga imagenya.

Semoga perasaan ini salah. Dan saya harus bisa mengendalikan perasaan . Sudahlah, ini adalah hubungan antara "tuan dan pembantu ". Lalu "binar" mata itu ? Ok stop ! Insha Allah semua akan baik-baik saja. tidak akan terjadi apa-apa. Ok saya harus profesional. Minggu depan akan ketemu dia. Tapi kenapa harus dia ? Hindu Bali. 

 

Comments

Popular Posts