Saya Tidak Mau Duda Anak Dua






Saya tidak mau duda anak dua. Intinya duda yang punya anak. Saya akan langsung coret. Dengan anaknya siapa? Anaknya dia lah ! Padahal awalnya ngefans banget. Apalagi kalau penampakan kaya Tom Cruise, David Beckam , Zidane :D . Dengan asumsi  duda pasti berpengalaman. Lebih dewasa karena pernah gagal. Akan lebih pengertian. Plus sudah terbukti suka dengan anak-anak. So Sweettttttt.

Dasar saya wanita polos. Tidak berpikir lebih detail dengan statusnya. Status spesial. Status sebagai ayah dari pernikahan sebelumnya. Duda dengan anak, artinya mereka akan selalu berhubungan dengan mantannya. What! Ya gitu deh.

Duda ini akan menjaga kontak dengan mantannya. Untuk berdiskusi masalah sekolah anak. Ini contoh realnya. Atau mereka membagi tugas bersama. Pada hari aktif. Si anak akan tinggal dengan Ibunya. Sedangkan pada hari libur, anak akan tinggal dengan ayahnya. Ada juga yang berlibur bersama. 

Terutama jika sang mantan juga tinggal satu kota. Wah ga bisa kebayang. Sudah divorce tapi tetap intens berkomunikasi. Ini yang bisa memicu rasa cemburu bagi wanita. Termasuk saya. Tentu saja.
Banyak orang yang justru hubungannya membaik setelah pisah. Aneh ya ? Iya tapi ini nyata. Dan bisa saja mereka akan kembali bersama. Dan siap-siap kamu jadi obat nyamuk. Malah bisa ditendang. 

Selain itu , berhubungan dengan duda juga harus siap menghadapi masalah finansial. Yup! lebih kompleks. Misalnya kamu menikah dengan duda dan dia punya anak. Tentu dia harus tetap memberi nafkah anaknya. Silahkan memilih duda dengan pekerjaan yang mapan. Karena jika dia belum jelas pekerjaannya, kasihan, anaknya mau dikasih makan apa. Belum lagi dia menanggung hidup kamu sebagai istrinya plus jika kalian nanti punya anak lagi.

Kalau menikah dengan duda, kamu tidak boleh egois. Meminta semua uangnya tanpa memikirkan anak tiri kamu. Ingat ya, tidak ada mantan anak. Dan semua sikap kita ke orang lain akan kembali ke diri kita sendiri. Kamu harus bisa jadi ibu tiri yang baik. Jangan cuma mau bapaknya saja.

Saya pernah memiliki hubungan dengan duda. Dan kandas. Alhamdulillah, saya banyak belajar dari pengalaman tersebut. Walaupun susah banget melupakannya. Sampai jadi backpacker segala. Lebay. Tapi itulah saya. Duda tersebut belum benar-benar move on dari mantan istrinya. Ditambah dia workaholic lengkap sudah penderitaan saya. Setelah 7 bulan dalam ketidakpastian. Saya memutuskan untuk mengakhiri. Alhamdulillah bukan mengakhiri hidup :D

Dulu sedih sekali. Rasanya dunia runtuh dan tidak adil. Tapi justru sekarang saya sangat bersyukur sekali. Semenjak itu saya harus banyak belajar. Termasuk tidak menurunkan standar pria yang menjadi pasangan hidup. Usia saya tentu bertambah. Tapi saya juga tidak mau asal. Apalagi jika di dalam ikatan tersebut hanya penuh dengan kepalsuan. Hanya merubah wanita single menjadi "sudah punya calon" tetapi tidak bahagia dalam komitmen tersebut. 

Dalam perjalanan menanti belahan jiwa , banyak hal yang terjadi. Bertemu dengan orang baru. Dan lebih memahami makna hidup . Menemukan kesenangan dalam kesederhanaan. Memahami arti cantik yang sebenarnya. Ya, saya masih single. Tapi saya bahagia. Tetap memperbaiki diri untuk dia yang dinanti. Saya tidak akan pernah menyerah. Walaupun jelas, saya terkadang merasa lelah . Namun saya selalu punya energi. Cinta itu luas, megah dan indah. Ya, saya percaya. Dia juga sama rindunya dengan saya. Doa yang insha Allah akan menemukan kami. 

Comments

Popular Posts