Siapa Target Penipu di Online Dating ?
Siapa target penipu di online dating ?
Saya rasa siapapun bisa menjadi korban. Hari ini saya membaca artikel lama di Reuters.com. Artikel ini membahas semakin banyaknya korban online dating di Amerika. Korban yang menjadi target bukanlah orang kaya raya. Melainkan orang-orang kelas menengah yang sedang kesepian. Mereka wanita dan pria yang hidup sendiri dan telah masuk masa pensiun.
Para korban yang memang sangat membutuhkan perhatian, dengan mudah masuk dalam perangkap penipu. Bahkan ketika diminta mengirimkan uang , korban tidak akan merasa curiga. Semuanya terjadi karena korban merasa percaya dan bantuan yang diberikan bukanlah apa-apa. Toh, tidak lama lagi mereka akan hidup bersama. Uang yang disimpan untuk biaya hidup akhirnya ludes. Ditransfer ke penipu.
Dikirim kemanakah uang tersebut? Ke Malaysia. Malaysia sudah lama di black list dalam berbagai situs online dating. FBI dan kepolisian Australia melakukan penyelidikan secara mendalam mengenai scammer yang berada disana.
Target penipuan online dating tidak hanya di Amerika, melainkan juga di Kanada dan Eropa. Siapa identitas scammer sebenarnya ? Sebagian besar adalah Negro. Hidup di negara miskin membuat mereka harus bertahan hidup. Berbagai cara kreatif mereka lakukan. Dan sayangnya kreativitas ini dilakukan untuk kejahatan. Termasuk di dalamnya adalah mencuri data kartu kredit. Kartu ini nantinya akan digunakan untuk berbelanja berbagai hadiah yang ditujukan untuk korban online dating.
Bagaimana scammer memulai aksinya ? Mereka mengambil foto yang ada di internet. Foto "White Man" yang seringkali dipakai. Bermodalkan dua atau tiga foto, mereka membuat profile di online dating. Deskripsi diri juga mereka copy paste dari milik orang lain. Tinggal digabungkan menjadi satu dan merekapun siap beraksi.
Mereka berpura-pura menjadi "White Man" ? Betul, tapi bila kita perhatikan dengan detail, banyak kesalahan grammar di dalam kalimatnya. Silahkan cek email yang dikirim scammer, banyak kalimat yang janggal. Dan tidak logis. Kesannya ribet ya ? Tapi ini salah satu cara untuk mengetahui siapakah sebenarnya dia?
Cara cepat dan aman? Ajak bicara melalui skype. Jika dia menolak atau banyak alasan maka kamu boleh curiga. Atau langsung ditinggal aja. Beralih ke profile yang lain. Scammer sangat ingin membuat orang simpatik. Foto andalan mereka adalah foto dengan anak-anak. Alasannya? Supaya wanita yang melihat ,hatinya langsung luluh. Agar kita berpikir bahwa dia pria yang sangat cinta anak-anak. Padahal mereka hanya cinta uang.
Scammer sangat ahli dalam permainan psikologi. Mereka tahu bahwa wanita mudah merasa kasihan. Kita para wanita memang lebih menggandalkan perasaan daripada pikiran. Tetapi untuk bergaul di dunia maya, maka pikiran dan logika harus kita pakai. Dahulukan logika daripada perasaan. Mengapa berani pinjam uang padahal baru kenal beberapa bulan? Kenapa dia tidak minta ke teman mereka atau keluarga? Kok bisa dia bilang tidak punya keluarga?
Memangnya tidak punya networking? Masa bisnis man tidak punya kenalan orang bank. Masa mengaku punya bisnis senilai Miliaran tapi pinjam uang ke kamu? Apalagi pinjam untuk biaya rumah sakit? Di era 2015 hampir semuanya sudah pakai sistem asuransi. Bahkan untuk berobat bisa bayar belakangan. Atau dia mau ambil uang asuransi harus bayar ini dan itu? What? Bukannya tinggal dipotong dari uang yang ada ya?
Cara cepat dan aman? Ajak bicara melalui skype. Jika dia menolak atau banyak alasan maka kamu boleh curiga. Atau langsung ditinggal aja. Beralih ke profile yang lain. Scammer sangat ingin membuat orang simpatik. Foto andalan mereka adalah foto dengan anak-anak. Alasannya? Supaya wanita yang melihat ,hatinya langsung luluh. Agar kita berpikir bahwa dia pria yang sangat cinta anak-anak. Padahal mereka hanya cinta uang.
Scammer sangat ahli dalam permainan psikologi. Mereka tahu bahwa wanita mudah merasa kasihan. Kita para wanita memang lebih menggandalkan perasaan daripada pikiran. Tetapi untuk bergaul di dunia maya, maka pikiran dan logika harus kita pakai. Dahulukan logika daripada perasaan. Mengapa berani pinjam uang padahal baru kenal beberapa bulan? Kenapa dia tidak minta ke teman mereka atau keluarga? Kok bisa dia bilang tidak punya keluarga?
Mengaku bisnis man tapi pinjam uang?
Memangnya tidak punya networking? Masa bisnis man tidak punya kenalan orang bank. Masa mengaku punya bisnis senilai Miliaran tapi pinjam uang ke kamu? Apalagi pinjam untuk biaya rumah sakit? Di era 2015 hampir semuanya sudah pakai sistem asuransi. Bahkan untuk berobat bisa bayar belakangan. Atau dia mau ambil uang asuransi harus bayar ini dan itu? What? Bukannya tinggal dipotong dari uang yang ada ya?


Comments
Post a Comment