You Are Not My Type





Menatap langit sambil berpikir cara untuk ngeles :D


Wanita mana yang ga berbunga-bunga kalau ada pria yang memberi perhatian. Tapi kalau kita tidak tertarik apa iya harus maksa menerima cinta si dia. Apalagi memutuskan menikahinya karena rasa kasian.

Hal ini terjadi pada diri saya sendiri. Salah seorang klien mencoba PDKT. Belum lagi dia berusaha mencari alasan untuk mengontak saya. Baik lewat telp maupun sms. Tentu saja dengan sopan saya balas smsnya. Dengan bahasa singkat padat dan jelas.  Kalau dia telepon? Saya minta tolong sahabat saya, Mia untuk menjawabnya hehehe.

Dari awal bertemu, saya memang tidak pernah tertarik untuk lebih. Bukan karena status duda anak dua. Tapi saya bertobat untuk tidak mencoba berkenalan lebih jauh dengan pria yang usianya terpaut jauh. Kenapa? Insha Allah akan saya share di postingan yang lain. Kami awalnya ngobrol panjang lebar tentang travelling. Seru juga pikir saya. Tapi lama kelamaan kok ada yang ga beres ya. Dia mulai memperhatikan hal-hal kecil pada saya. Mengomentari jam tangan. Kacamata. Ransel.dan lain-lain.  Wah kok kaya emak-emak dia.

PDKT berlanjut. Dia mengajak saya makan. Saya bilang mau bangettttt tapi rame-rame ya. Eeeeh dia nolak. Maunya berdua doang. "Wah bisa mati pasaran gue " kata saya dalam hati. Akhirnya saya harus pintar-pintar ngeles. Gimana caranya biar dia menjauh.

Saya harus mencari cara halus. Supaya dia tidak sakit hati atau harga dirinya terinjak-injak. Terlalu banyak perbedaan diantara kami. Dia baru bercerai. Mencoba menata hidupnya. Sedangkan saya dalam  tahap menikmati hidup, mengejar mimpi dan lagi seru-serunya belajar banyak hal.

Dia bukan tipe saya. Pemahaman akan agama sekaligus konsisten dalam menjalankan nilai islam adalah harga mati. Walaupun masih dimulai dengan hal-hal yang sederhana. Saya mau imam yang sesungguhnya. Dengan kualitas terbaik.  Bukan KW ! Insha Allah saya berusaha  memantaskan diri. Ditambah sikapnya yang agresif. Saya makin tidak simpatik.

Sampai saya buat tulisan ini, masalah ini belum kelar. Lagi berpikir keras sampai perut saya keroncongan :D. Satu hal yang pasti. Saya malas harus berbicara panjang lebar kepadanya. Menjelaskan mengenai ini dan itu. Ada masukan untuk saya ?

Comments

Popular Posts