Apa Kabar Pria PHP
Apa kabar pria PHP ? Masih ingat tulisan saya tentang dia. Silahkan dicek dulu bagi yang belum baca pria pemberi harapan palsu. Beberapa waktu yang lalu saya iseng membuka email miliknya. Penasaran saja, apakah passwordnya sudah diganti atau belum ? Ternyata memang belum. Tidak ada niatan untuk merusak data apapun dalam émail itu. Hanya ingin tahu. Seberapa banyak dia berubah ya.
Banyak email yang belum dibuka. Artinya belum dibaca. Atau memilih mana yang akan dibaca. Diantara tumpukan email yang belum terbuka. Ada satu email yang menarik untuk dibuka. Saya tahu saya lancang. Sudah lebih dari satu bulan, email dari istrinya belum dibuka?Saya cerita ke Mia. Perihal email yang saya buka. Saya memberi nama sandi "cemilan" buat pria ini.
"Bro, ada émail yang belum dibuka "
" soal apa min?"
"ga tau neh, tapi ini dari bininya, gw buka deh "
"email apaan sih, serius amat lo"
"email saldo tabungan buat anaknya"
"Banyak kah?"
"Dikit, bro "
"Bukannya dua-duanya kerja ya?"
"iya sih, tapi mungkin banyak kebutuhan kali "
"lagian mereka kan satu rumah, ngapain juga pake kirim email segala? "
Mia bener juga, tinggal satu rumah dan kasih kabar lewat email ? Aneh sih. Teknologi memang memudahkan. Tapi kok kesannya ada kendala komunikasi. Yang saya ingat, cemilan minta pindah untuk tinggal satu kota dengan istrinya. Harusnya mereka lebih dekat dong. Sudah jauh-jauh berkorban biar deket sama istrinya, ngapain juga si istri kasih kabar lewat email. Bukannya bisa ngomong langsung ya ?
Setelah cemilan menikah, saya menghapus pertemanan via Bbm. Males aja, lihat foto dia sama istrinya plus anaknya. Ga penting banget. Ga cuma bbm aja sih. Saya juga sering mengurangi daftar teman di facebook. Kadang-kadang saya ga kenal juga sama mereka. Cemilan memang pernah mencoba add saya di LinkedIn. Tapi ga pernah saya approve. Biarin aja lah. Toh sampai hari ini pekerjaannya dia tidak beres. Banyak data yang hilang. Dan dia tidak beneran serius memperbaiki kinerjanya.
Saya ingat benar. Ketika dulu saya terjebak dengan rayuan mautnya. Untung Allah memberi petunjuk dengan meng hacking emailnya. Akhirnya hati saya terselamatkan. Tidak benar-benar hancur. Karena dari email tersebut saya tahu karakter dia yang asli terhadap wanita. Tidak manis seperti yang saya kenal.
Kata-katanya cenderung kasar. Manja dan ada kekanakan. Saya tahu pria selamanya akan menjadi bocah besar. Dimana wanita harus bisa ngemong.
Dari email terakhir yang saya buka. Dia ternyata tidak benar-benar fokus terhadap pekerjaannya. Tidak ada yang salah punya side job. Tapi main job harus beres. Karena pekerjaan yang beres menunjukkan dedikasi seseorang. Menyelesaikan pekerjaan sederhana dengan penuh tanggung jawab. Tapi tidak dengan dia. Hmmm
Dia menikah sudah hampir setahun lebih. Dan saya merasa bersyukur. Saya punya kesempatan untuk merusak hubungan dia dan pacarnya saat itu. Karena saya bisa mengakses emailnya. Tapi saya tidak melakukannya. Saya bangga karena bisa mengendalikan diri saat itu.
Dia memang terlihat indah. Sikap dan fisiknya yang sempurna di mata wanita. Kepandaiannya dalam berbicara sungguh sangat menawan.
Kenyataan ternyata berbeda. Saya diijinkan untuk melihat sisi lain dari seorang pria. Allah mengijinkan untuk saya. Dan penting bagi saya untuk membagi kisah ini. Betapa untuk urusan jodoh kita harus benar-benar percaya kepada Allah. Agar kita semua sebagai wanita tidak tertipu dengan tampilan. Karena kita tidak pernah tahu hati seseorang.
Hanya mendekat kepada Allah hati kita menjadi tenang. Bergantung lah selalu kepada Allah. Apalagi untuk urusan jodoh. Berdoalah agar Allah menghindarkan kita dari pria yang tidak baik. Dan mari kita semua memperbaiki diri untuk menjadi wanita yang lebih baik. Tetap semangat ya :)

Comments
Post a Comment