Jadi wanita polos lebih enak


Jadi wanita polos lebih enak sepertinya. Menjalani hidup dengan sederhana dan tidak perlu berpikir macam-macam. Berbeda dengan wanita "Pelacak". Contohnya saya. Setiap ada pria yang datang mendekat. Otomatis saya akan berubah jadi "detektif conan ". Maklum, terlalu banyak pria yang "bermain". Menyembunyikan status aslinya. Mungkin belum menikah. Tetapi sudah tunangan. Atau mengaku single, ternyata sudah punya gandengan.

Senjata utama yang fardu ain harus dilakukan adalah "sholat hajat". Meminta perlindungan dari Allah, dari laki-laki yang punya niat tidak baik. Terlebih ketika kita mengharapkan perkenalan serius yang Goal settingnya menikah. Selalu libatkan Allah ketika menghadapi apapun.

Pembawaan saya yang supel kadang memang jadi bumerang. Sikap supel tersebut menjadi jalan pria untuk mendekat. Saya sendiri sangat ga tega kalau menolak. Untungnya saya jago ngeles. Jangan sampai kita jadi wanita yang "PHP".

Balik ke tema diatas. Pria yang mendekat akan saya tanggapi dengan ramah dan santai. Dan yang paling penting minta pendapat teman-teman disekitar saya. Menilai sikap pria tersebut. Apakah dia memberi sinyal "suka" atau saya yang ke GR-an. Kalau memang sinyal tersebut benar. Maka langkah selanjutnya adalah mencari informasi tentangnya. Keuntungan kita hidup di jaman teknologi adalah kita bisa melacak pria tersebut alias target di dunia maya. Saya mulai stalking social medianya. Melihat aktivitasnya disana.

Jika target rajin update status di sosial media, maka kita akan mendapat banyak informasi. Jika beruntung, informasi tersebut bisa jadi bekal untuk menghack emailnya. Namun saya kurang beruntung. Target tidak memiliki social media. Atau mungkin dia punya tapi menggunakan nama samaran.

Sebenarnya saya ingin sekali membobol emailnya dengan cara kasar. Tapi takut ketahuan. Jadi strategi harus diganti dengan cara halus. Satu-satunya info yang saya miliki adalah nomer WhatsApp target. Mulailah saya mencari informasi bagaimana cara menghack WhatsApp.


Normalnya, wanita akan menikmati masa-masa PDKT. Bahkan terlena dengan waktu. Saya tipikal ga sabaran. Makanya saya harus segera mengetahui apakah target benar-benar serius atau cuma mau main-main. Hal yang paling penting adalah mengetahui statusnya. Apakah beneran single ? Terkadang saya gengsi jika mencari info lewat teman-teman terdekat target. Kesannya gimana gitu. Saya lebih suka "cinta dalam diam" dan mendekat ke Allah. Sedangkan upaya hacking yang saya lakukan untuk melindungi diri saya sendiri.

Saya tidak mau dijadikan pelarian. Jika ternyata target masih memiliki relationship dengan wanita lain, saya akan mundur teratur. Pantang bagi saya rebutan cowok. Kaya ga ada kerjaan saja. Seburuk apapun hubungan target dengan wanitanya saya harus hormati. Semua tindakan kita akan kembali kepada diri sendiri. Jadi bersikaplah dengan bijak.

Kadang menjadi "Pelacak" memang menyenangkan. Seperti bermain puzzle. Tapi jauh disudut hati saya, ingin jika semuanya terjadi dengan sederhana. Seperti wanita polos yang tidak tahu apa-apa. Didekati pria baik dan akhirnya menikah. Tidak perlu repot-repot mencari tahu tentang pria tersebut. Pasrah dengan senyum ramah. Menikah dan akhirnya melahirkan anak-anak yang lucu. Dia percaya kepada pria yang menjadi suaminya. Entahlah mungkin instingnya tajam. Sehingga dia tahu, pria yang mendekat memiliki niatan baik. Saya iri kepada wanita polos tersebut. 


Comments

Popular Posts