Pacaran Putus Nyambung Itu Tidak Dewasa


" Pacaran putus nyambung itu tidak dewasa. Jelas hubungan itu tidak dewasa. Namun semuanya butuh proses ".Sebuah penyataan yang terucap dari seorang pria. Apa yang ditunggu? Apa yang dinanti? Perubahan tentu saja. Perubahan sikap dari masing-masing pihak. Keduanya ingin merubah sikap masing-masing. Hmmm, entah berapa banyak energi yang terpakai. Berharap satu sama lainnya akan berubah atas nama cinta. Entah hal itu masuk akal atau tidak. Dan jika berubah , akan bertahan berapa lama? Berubah karena sadar atau terpaksa? Ataukah tiba-tiba luluh atas nama cinta?

Proses pacaran yang tidak sebentar. Hingga mengabaikan pribadi baik yang lainnya. Pacaran semenjak kuliah hingga keduanya bekerja. Semua sudah siap. Materi dan juga kebutuhan yang lain. Tapi, ups..keduanya juga menjalani hubungan LDR. Sang wanita berada di luar kota. Bertahan di kota kesayangan dan memiliki karir yang mapan. 

"LDR itu modal percaya". Ok saya setuju. Tapi hati tidak bisa ditipu. Kedekatan hati itu sangat penting. Bukan cuma penting saja. Melainkan penting banget. Tapi kedekatan fisik lebih penting. Hadirnya pribadi dalam bentuk nyata tidak bisa diganti dengan apapun. Melihat senyum lewat skype pasti seneng. Tapi melihat senyum secara langsung lebih terasa getarannya :)

Saya sedih ketika ada yang bertahan untuk LDR dan pacaran putus nyambung selama itu. Apalagi sudah lebih dari 5 tahun? Sebuah hal yang saya tidak bisa mencernanya. Logika saya tidak paham. Untuk apa menunda sebuah komitmen dalam waktu selama itu. 

Untuk apa menuliskan rasa rindu di dalam sosial media? Kenapa harus mengumbar semua emosi di sosial media juga? Bukankah semakin menunjukkan sikap yang tidak dewasa? 

Tapi semua ini nyata. Ada pria yang mau menunggu wanita dalam waktu yang sangattttt lama. Entah apa yang dinantikan, Tapi saya tahu dia lelah menunggu. Menyakinkan sang wanita untuk pindah dan tinggal satu kota dengannya. Dia telah menyiapkan segalanya. Membangun karirnya. Dan semua telah nampak. Membunuh rasa lelahnya karena menunggu, dengan bekerja. Mengalihkan pikiran dengan jadwal yang ketat. 

"Diberi waktu untuk berubah dan ada deadline yang tegas" . Satu lagi pernyataan keluar dari bibir pria itu. Saya  tahu dia tegas. Tegas dari nada bicaranya. Tapi hatinya tidak tegas. Matanya tidak berani menatap saya. Ada getar dalam kalimat yang terucap. Getar hati yang lelah. Getar yang tersirat dalam ucapan. Dan saya tetap bertanya " kenapa harus bertahan".Bertahan kepada wanita yang cara bicaranya tidak indah. Tahukah dia?

Entah apa yang dipirkan wanita itu. Sulitkah untuk pindah dan tinggal satu kota? Tidak takutkah dia jika sang pria diambil hatinya oleh wanita lain? Tidak takut kalau ada yang perhatian dan berkorban? Hati itu tidak ada yang tahu. Bibir bisa berkata-kata. Tapi hati yang kesepian dan haus akan perhatian? Jangan salahkan kata " kamu tidak bisa dipercaya"!!! . Dan akhirnya si pria telah dekat dengan wanita lain.

Manusia hatinya bukan dari batu. Hati akan luluh. Dia akan diisi oleh orang yang lebih dekat. Ingat, perselingkuhan terjadi bukan dengan orang yang tidak dikenal. Perselingkuhan terjadi karena ada rasa saling mengisi. Dengan siapa selingkuh? Dengan teman satu kantor , sahabat wanita atau pria. Bisa juga dengan mantan. 

Ketika hati telah terikat dengan satu nama. Mungkin akan sulit untuk mengisi dengan nama yang baru. Tapi tidak ada yang lebih indah jika kita menjalin hubungan yang halal. Tidak menunggu dalam waktu yang sangat lama . Terlebih menunggu yang "tidak pasti". Untuk apa? Banyak hati yang terluka karena harapan. Lelahnya menunggu. Dan pertengkaran yang seharusnya tidak terjadi. Menyatukan dua hati itu tidak mudah. Selamanya akan belajar untuk saling memahami. 

Kenapa harus bertahan dengan satu nama? Banyak pribadi yang indah diluar sana. Buka hati dan beri kesempatan untuk mengenal pribadi yang baru. Bisa jadi dia yang lebih baik. Pacaran hanyalah kedekatan yang semu. Hati kamu akan terluka pada akhirnya. Beri deadline yang tegas jika ingin mengenal lebih jauh. Dan proses mengenal itu tentu bukan "ikatan" dalam pacaran .

Saya sangat sedih jika ada yang LDR apalagi pacaran selama bertahun-tahun. Refrensi saya adalah sahabat-sahabat yang saya miliki hari ini. Hidup itu pilihan. Dan saya memilih untuk membagi kisah ini. Agar hati yang luka tidka bertambah. Dan yang belum bisa tegas . Segera ambil keputusan dan jadi pribadi yang tegas. LDR itu sama sekali tidak keren dan pacaran putus nyambung itu ga sehat. 











Comments

Popular Posts