Didekati Pria Karena Mirip Sama Mantannya
Didekati pria karena mirip sama mantannya. Ini cerita beneran yang terjadi sama saya. Dan bikin uji nyali. Selama ini saya selalu jaga jarak sama pria yang statusnya udah double. Pria ini bernama Arya, umurnya enam tahun lebih muda dari saya. Dia sudah menikah dan punya dua orang anak. Saya lebih dulu kenal istrinya. Suatu hari dia menghubungi saya untuk mengurus suatu berkas. Dari percakapan singkat di telepon. Dia seperti tahu banyak tentang saya. Ga heran sih. Bisa jadi istrinya yang cerita.
Arya datang ke kantor dan kami mengobrol. Seru juga ternyata. Penampilannya ala rocker. Rambut gondrong dan ditangannya banyak gelang tali warna-warni. Semua biasa saja. Kami saling bertukar pin bb dan dia pamit pulang.
Arya tiba-tiba sering bbm saya. Seringnya sih malam hari. Jujur saya takut luar biasa. Apalagi saya kenal istrinya. Saya paling takut dituduh sebagai orang ketiga. Haduh selain ngeri. Rasanya ga keren banget. Masa ngerebut suami orang? Kaya ga ada cowok lain aja.
Di hari ulang tahun saya. Dia membelikan saya sebuah buku. Hadiah yang paling saya suka. Buku tentang HTML memang penting buat blogger seperti saya. Apalagi saya masih ijo didunia blog.
Lama-lama saya makin deg-deg an. Dan rasa bersalah setiap kali dia BBM. Persis seperti maling deh. Keringat dingin mengucur dan terbayang akan dosa. Ya ampunnnnn kenapa juga gua ngobrol ama laki orang. Kata saya dalam hati. Terlebih, Arya sering memuji saya. Baik masalah sikap, fisik maupun hobi saya yang keren.
Namun, Alhamdulillah akhirnya ada titik terang juga. Saya bisa menyimpulkan kenapa Arya sangat nyaman ngobrol dengan saya. Simple sih. Ternyata saya mirip sama mantannya. Dia menikah dengan seorang wanita yang tidak benar-benar dia cintai.
Menurutnya, dia menikahi wanita tersebut karena merasa kasihan. Terpaksa menikah karena ada ancaman dari pihak keluarga. Dan dia hanya diberi waktu yang mepet banget. Nah lho ? Nekat juga dia mau menikah.
Wanita yang dia nikahi sangat pintar dan punya karir yang bagus. Namun sepertinya tidak terlalu disayang oleh kedua orang tuanya.
Satu hal yang menarik juga adalah. Istrinya yang meminta dia untuk segera menikah. Saya tidak tahu persis apa yang terjadi sama mantan pacarnya. Mantannya kebetulan satu kampus dengan saya. Tapi ga tahu juga jurusan apa.
Sepertinya, Arya dan mantannya masih sesekali kontak. Karena dia tahu, mantannya tidak bahagia dengan pernikahannya.
Kenapa ya kalau sudah menikah ga bisa lupa sama mantan ? Apakah begitu sayangnya ? Atau masih gagal move on setelah sama-sama menikah ? Lantas membandingkan sifat pasangan dengan mantan masing-masing. Kok rasanya ga bijak ya.
Kasus yang sama juga terjadi dalam pernikahan sahabat saya, Uci. Suaminya sering membandingkan Uci dengan mantan pacar suaminya.
Kesimpulannya banyak orang yang terjebak dalam pernikahan. Mereka tidak benar-benar bahagia. Foto kebersamaan yang dipasang di sosial media bisa jadi sangat klise. Mungkin hanya pencitraan publik. Halah. Tapi semoga saja juga benar-benar bahagia.
Saya jadi teringat buku yang ditulis oleh Geoff Barker yang berjudul "What's On A Man's Mind ?". Alasan pria menikah karena mereka pikir mereka harus melakukannya atau karena si wanita yang benar-benar ingin menikah. Jadi intinya hanya sedikit pria yang menikah demi dirinya sendiri. Selalu ada motif tersembunyi. Hmmm, serem juga kalau pria nikah tidak atas kesadaran dirinya.
Entah berapa banyak pasangan yang terjebak dalam pernikahan. Tulisan ini bukan untuk membuat saya atau kamu semua jadi tjaut menikah. Pernikahan itu tidak sederhana tapi jangan dibuat rumit. Mempersiapkan diri dengan banyak ilmu untuk berumah tangga. Salah satunya dengan banyak membaca. Dan selalu dekatkan diri dengan Allah. Agar kita ditemukan pria yang memang sudah siap untuk berumah tangga. Amien.

Comments
Post a Comment