Kenapa harus resah kalau belum menikah ?


Kenapa harus resah jika belum menikah? Dulu waktu saya masih kuliah ada satu teman saya yang bilang. "saya mau menikah sebelum umur 25 karena bahaya kalau telat menikah. Nanti susah hamil ". Alhamdulillah impiannya terkabul. Dia menikah dengan pria mapan dan sampai diusia 30 tahun dia belum punya momongan. Ada juga teman saya yang menikah karena Deadline usia. Waktu itu usianya menjelang 27. Di lingkungan tempat tinggalnya, usia 27 belum menikah seperti aib. Karena dianggap perawan tua atau ga laku. Empat tahun kemudian dia bercerai.  

Ada juga yang bilang. Menikah muda biar nanti kalau punya anak ga terlalu tua. Biar waktu anaknya udah gede kelihatan seperti adik kakak. Alhamdulillah orang tersebut cepat diberi momongan tapi diusia yang masih 30 tahun sudah sakit-sakitan dan kelihatan lebih tua. 

Banyak juga wanita jadi khawatir yang usianya sudah 30 tahun lebih. Takut apa ada yang mau ? Faktanya usia bukan penghalang buat pria untuk mendekati wanita. Ada pria yang lebih suka wanita lebih tua dari dia. Jadi buat kamu semua, jangan takut kalau ada brondong yang mendekat.

Cerita tadi adalah kisah nyata yang terjadi di lingkungan saya. Bukan maksud mencari pembenaran atas kondisi saya yang masih single. Saya ingin kita semua berpikir dengan sadar sesadar sadarnya. Bahwa rencana Allah jauh lebih keren buat kita semua. Manusia bisa berencana menikah muda dan segera punya anak. Tapi tidak selalu seperti itu juga kan ? Ada juga seorang dosen wanita yang diusia 37 tahun baru menikah dan Alhamdulillah langsung diberi momongan. Anaknya kembar pula.

Jangan berkecil hati jika belum menikah. Berpikirlah dengan rasa ikhlas. Ritme hidup ga datar. Kuliah, kerja dan nikah. Ada banyak hal yang tidak bisa dilihat dengan mata manusia. Allah lebih berhak atas diri kita. Maka tugas kita untuk ridho dengan ketentuan Allah.

Saya dan sahabat saya Mia sudah mencari jodoh dengan berbagai macam cara. Baik cara ga napak tanah alias dunia maya. Atau yang napak tanah.

Saya wanita tomboy yang memiliki banyak teman pria. Tapi memang ga ada yang nyantol di hati. Pemilih sekali kah ? Ga sama sekali. Saya malah dulu pasrah ketika ada pria yang tamatan SMA mendekati saya. Kalo memang jodoh ya mau bagaimana ? Tapi ternyata dia bukan jodoh saya. 

Saya tahu rasanya menjelang usia 30 dan belum menikah. Apa kata tetangga, apa kata teman-teman. Gimana pas datang acara reunian. Namun itu dulu ketika saya panik luar biasa. Sekarang usia saya 32 dan belum menikah. Merenung dua tahun terakhir ini adakah pria yang mendekat ? Ada. Berapa pria ? Tujuh pria. Dengan rincian 2 orang laki-laki yang sudah beristri. Tiga pria beda agama dan dua orang duda. 

Artinya apa ? Artinya saya benar-benar diuji sebagai wanita single. Sampai-sampai saya harus memperbaiki sikap. Supaya pria beristri tidak memberikan perhatian lebih ke saya. Atau saya dijadikan target jadi selingkuhan. Untuk para duda terutama dengan anak. Ada rasa khawatir , kalau mereka akan berat memenuhi finansial untuk anak-anaknya sekarang serta keluarga di masa depan. 

Pria beda agama? Jelas saya menolak ajakan menikah beda agama. Atau meminta pria tersebut pindah agama ! Pantang buat saya. Agama adalah sebuah keyakinan yang harus diperjuangkan oleh individu yang bersangkutan. Bukan pindah agama karena cinta. Namun keinginan untuk belajar lebih dan menemukan kebenaran. Jelas saya menolak dengan tegas namun dengan kata-kata yang baik. Saat ini saya malah dekat dengan pria Bali beragama hindu. 

Semuanya ujian. Dan insha Allah kità semua akan diberikan kekuatan. Sehingga mampu melewati ini semua. Tetap berusaha dan bersyukur dengan kondisi kita saat ini. Jangan pernah berburuk sangka kepada Allah. Bismillah... Jodoh mu itu ada.... 

Comments

Popular Posts