Lebih Baik Terlambat Menikah
Lebih baik terlambat menikah? Saya kurang setuju dengan kalimat ini. Tetapi esensi dari kalimat ini jauh lebih penting. Yuk kita simak, curhatan sahabat baik saya.
Mita teman baik saya berprofesi sebagai dokter. Setelah lulus kuliah dia menikah. Suaminya bekerja di Jakarta. Sebut saja pegawai pajak. Di usia yang matang sang suami kala itu 37 tahun. Sedangkan Mita 25 tahun.
Mereka dikaruniai putri kecil berusia 2 tahun. Hidupnya begitu sempurna bukan ? Pernikahan selama empat tahun itu memang indah. Dan akan membuat semua hati perempuan "iri ". Tanpa terkecuali buat kamu yang masih single.
Mita dan suaminya tinggal di beda kota. Mita tinggal di Surabaya dan sang suami di Jakarta. Sang suami sering datang mengunjungi Mita tentu. Sesekali Mita yang berangkat ke Jakarta. Suami sudah settle di ibukota dan sangat ingin supaya Mita tinggal bersama.
Namun. Ibunda Mita keberatan. Ayahnya, baru saja menghadap Allah. Dia harus tinggal menemani sang Ibu. Bukan ide yang baik, setelah menikah dan tidak tinggal serumah. Terlebih suami tinggal di Jakarta. Ibukota yang menawarkan berbagai macam kesenangan.
Perkenalan Mita dan suami cukup unik. Melalui telepon tak terduga. Percakapan intens selama tiga bulan. Dan setelah itu menghilang selama bertahun-tahun. Tiba-tiba kembali dan mengatakan ingin hubungan yang serius.
Singkat cerita pernikahan berlangsung. Hubungan yang romantis berubah menjadi dingin. Perubahan sikap suami mulai saat Mita hamil. Cuek dan tidak perhatian seperti layaknya calon Ayah. Seringkali Mita memergoki suami bertelepon dengan wanita lain. Di dalam tas juga ditemukan banyak kartu nama perempuan.
Hingga suatu hari Mita iseng mengecek handphone suami. Tertera satu nama di phonebook "istriku". Ketika di buka, ternyata bukan nomer pribadi Mita. Semua rahasia itu terbongkar pada Idul Adha yang lalu. Ternyata sang suami telah menikah lagi. Anehnya istri lainnya tinggal satu kota dengannya. Willy namanya.
Wanita mana yang tidak naik pitam. Kesetiaannya dibayar dengan pernikahan lain. Mita meminta penjelasan kepada suami. Namun selalu menolak dan mengatakan bahwa dia berani bersumpah tidak menikah lagi.
Apakah Willy satu-satunya istri lain dari suami Mita ? Ternyata Willy mendengar kabar bahwa suaminya memiliki istri lain di Bandung.
"Lebih baik terlambat menikah mbak daripada kaya aku. Mending kaya mbak, masih single dan beban yang ditanggung ga seperti aku "
Rasanya tidak bisa berkata lagi. Sahabat baik saya mengalami hal ini. Tentu saya dan kalian semua tidak mau bertukar takdir dengan Mita.
Bagi saya, menikah itu tidak ada kata terlambat. Semua sudah ditentukan. Tentu saya ingin menyanggah kalimat Mita. Tapi dibalik kalimat itu ada makna lain. Status kita saat ini adalah yang terbaik menurut Allah buat saya, kamu dan kita semua.
Saya dan kamu akan menjadi hadiah untuk pria yang meminang kita. Karena kita semua wanita spesial. Semua akan indah pada waktunya. Percayalah...

Comments
Post a Comment