Cara survive seorang Jomblo
Cara survive seorang Jomblo? Terdengar serem ya. Mirip spesies yang bakal punah. Karena terancam ga bisa melewati seleksi alam. Kata jomblo identik dengan kondisi yang mengenaskan. Ga keren. Atau manusia yang ga gaul. Hidup tanpa cinta dianggap sebuah kegagalan.
Apa salah seorang jomblo ? Ketika jomblo menjadi pilihan. Siapa bilang jomblo tidak laku ? Kalau ternyata banyak yang mendekat tapi beda keyakinan ? Atau malah S2 tapi pengangguran.
Apa selalu enak menjadi jomblo ? Tidak. Sama seperti orang yang punya ikatan. Hidup kadang harus melewati fase bosan. Rutinitas menjadi hal tidak asik terkadang. Butuh susana baru. Sesuatu yang spontan dan menghasilkan energi baru. Sehingga hidup bisa kembali produktif.
Bagaimana saya sebagai jomblo melewati hari demi hari dalam kesendirian ? Saya paling semangat melihat tanggal merah. Terutama kalau jatuh di hari jumat. Maklum berkerja sampai hari sabtu. Jadi hari kejepit seperti pahlawan. Tahun depan akan banyak pekerjaan ekstra di kantor. Kesibukan bertambah. Dan tentu stress juga melanda.
Untungnya tahun depan bertebaran tanggal merah yang lumayan. Bulan ini saja ada banyak libur. Saya akan melewati pergantian tahun di Jogja. Sedangkan tahun depan saya merencanakan backpacking ke beberapa tempat.
Saya jadi semangat kerja. Karena saya tahu bahwa ada yang saya tunggu. Yaitu saat hari H tiba. Rasanya senang. Mirip anak TK yang dapat mainan baru.
Setiap hari jadi rajin lihat kalender. Memberi warna dengan stabilo. Untuk sebuah penantian. Jadi suka senyum-senyum sendiri.
Selain travelling. Saya paling suka kalau menunggu jadwal renang. Seminggu dua kali. Lumayan bikin badan ga gampang sakit. Selain itu bisa dapat teman baru. Tak jarang kami jadi cocok. Akhirnya jadi teman jalan. Eitss ini teman wanita ya.
Tahun ini saya konsisten untuk renang dan blogging. Senang ketika saya mematuhi jadwal yang telah dibuat. Membaca dan menulis dua aktivitas yang tak terpisahkan. Saya sangat menikmati.
Tahun depan saya merencanakan untuk belajar sesuatu yang baru lagi. Sudah lama punya gitar. Tapi cuma digantung. Jadi saatnya belajar. Ingin kembali ke Ubud untuk belajar melukis. Satu yang tidak kalah penting, mulai mengisi blog ini dengan artikel bahasa Inggris.
Itulah cara saya mewarnai status jomblo. Sambil mencari dan menunggu cinta sejati saya datang. Melewati hari demi hari dengan cara monoton atau penuh warna adalah pilihan.
Setiap orang adalah pribadi unik. Setiap dari kita adalah jomblo berkualitas lagi spesial. Maka pilih cara kreatif untuk survive. Berdayakan kedua belah otak. Kiri dan kanan untuk senantiasa berkarya.
Jangan malu dengan status jomblo. Karena status ini akan ada masa expired. Semua tergantung dari kamu. Maka tentukan dari sekarang!

Comments
Post a Comment