Jangan Terlalu Pemilih !


"Saya bukakan pintu khusus untuk jomblo-jomblo " ucap rekan kerja satu kantor. Seorang pria yang kepalanya hampir rata ditumbuhi uban.

Saya dan Mia hanya tersenyum mendengar ucapannya sembari mengucapkan terima kasih. Kami sedang bersiap-siap mengenakan jaket dan mengambil helm yang tergantung di motor. Tepat sebelum Mia menghidupkan mesin sepeda motor. Pria tersebut melanjutkan kata-katanya kembali.

"Jangan terlalu pemilih mbak"

Itulah kalimat penutup hari sabtu yang lalu. Menutup akhir minggu dengan kalimat ajaib. Datar, sedikit menukik berakhir tajam. Tidak ada yang salah dengan kalimatnya. Tidak ada perasaan tersinggung. Apalagi marah. Biasa saja. Tapi terngiang sampai di rumah.

Banyak yang menuduh saya atau kalian seperti itu. "Pemilih ". Tapi tidak bisa dipukul rata. Mereka semua tidak tahu perjuangan kita mencari jodoh. Mereka juga tidak tahu kenapa pria yang mendekat kita tolak.

Pemilih. Salah seorang pembaca blog saya curhat. Usianya 31. Dikaruniai tubuh yang tinggi. Seperti model 170 cm. Namun dia malah susah mencari pria yang paling tidak tingginya sejajar. Mungkin kita semua heran. Kenapa fisik dijadikan salah satu kriteria. Bagi saya pribadi tidak masalah. Sah-sah saja kok.

Hal itu pilihan. Semua orang punya selera beda-beda. Saya juga suka pria tinggi. Secara psikologis seperti melindungi saya. Tapi bukan kriteria utama sekali. Kalau agama sama dan punya wawasan luas serta pekerja keras. Sepertinya saya akan luluh.

Tapi diluar fisik maupun suku manakah sang pria. Saya yakin sebagian besar wanita akan luluh dengan pria yang serius. Cara melihatnya mudah ! Lihat apakah dia mau berjuang untuk kita.

Terkadang ada rasa lelah jika wanita harus terus berjuang. Memberi sinyal tertarik. Tetapi sang pria ga paham juga. Malah ujung-ujungnya belum siap punya komitmen.

Kondisi yang serba salah seperti ini paling enak di skip. Caranya ? Lewat doa. Buat Allah semua mungkin. Saya yakin. Jika kita berdoa minta ditemukan pria yang siap menikah. Insha Allah akan dikabulkan.

Berdoalah agar semua ungkapan itu sederhana. Tanpa drama. Tidak ada sandiwara. Bertemu dengan seseorang yang "klik". Mungkin "cinta pandangan pertama ". Atau apapun namanya.

Tidak perlu berliku. Tidak perlu rumit. Yang ada hanyalah komitmen untuk menyempurnakan agama. Membangun keluarga. Nikah dengan cara sederhana.

Kembali ke kata "Pemilih ". Saya yakin kita bukanlah pemilih dalam artian itu. Tetapi kita mencari sekaligus menunggu seseorang yang memang kita merasa "klik". Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tapi dengan doa. Insha Allah Cinta sejati itu memang ada. Bersabarlah dan perbanyak Sholat.

Comments

Popular Posts