Ketika Marah Lebih Baik Diam
Ketika marah lebih baik diam. Terutama kalau menghadapi pria. Ambil langkah mundur. Tenangkan diri. Tetap atur kata-kata yang keluar dari mulut. Kalau lagi marah banyak yang bicara asal. Akhirnya kamu yang bakal menyesal sendiri. Terutama kalau terlanjur bikin terluka orang lain.
Saya baru saja menghadapi hal yang sama. Pria dengan segala talenta. Mempesona. Penggemar dimana-mana. Malah berserakan mungkin. Kemudian datanglah suatu gesekan. Semua berasal dari orang ketiga, keempat dan kelima.
Orang ketiga, keempat dan kelima memanas. Peperangan terjadi. Opini ini dan itu. Asumsi dulu dan sekarang. Lantas kesimpulan yang tidak jelas. Saya tersudut dengan sebuah "pernyataan ". Sebuah kalimat yang secara halus namun lugas menyudutkan saya
.
Oke. Saya menahan diri. Situasi sangat sensitif. Yang pasti tidak berpihak kepada saya. Marah rasanya. Kecewa. Dan ingin meledak. Namun saya tahan. Dengan sikap diam. Menarik diri secara perlahan. Memulihkan hati. Menata kata-kata agar tidak sembarangan. Marah akan membuat kita semua terlihat bodoh. Diam adalah cara yang anggun. Mengelola marah tidak mudah. Tapi harus belajar.
Tidak perlu klarifikasi. Penjelasan. Argumen. Biar semuanya cooling down. Waktu tenggang sangat penting. Ketika saatnya tiba. Hati telah lunak. Mata terbuka dengan sadar. Pikiran paham apa yang salah. Logika baru berjalan. Karena hati dan logika sudah bisa bekerja dengan semestinya.
Tidak campur aduk. Apalagi ketika marah. Ketika bertemu dengannya kembali. Saya hanya tersenyum. Tetap meminta maaf atas sikap yang kurang berkenan. Tapi saya telah menang. Karena bisa kontrol emosi ketika marah.
Saya yakin. Kalian juga pernah mengalami hal yang sama. Bisa karena pria. Bisa juga karena keluarga. Apalagi status jomblo saat ini. Akan ada tuduhan macam-macam. Seperti terlalu pemilih. Kamu jangan terbawa emosi. Stay cool. Atau berdiri di depan kulkas yang terbuka. Biar adem.
Ketika marah lebih baik diam adalah strategi yang pas. Sederhana tapi efektif. Toh siapa tahu karena salah paham. Sayang karena marah kamu jadi ga punya teman. Terlebih teman pria yang potensial. Lebih baik diam. Itu yang paling aman. Kalau situasi telah membaik baru deh komunikasi dengan kepala dingin.
Tulisan ini untuk menasehati diri saya sendiri. Agar lebih sabar. Agar senantiasa menjaga lisan. Mengelola amarah sangat tidak mudah. Berjuang tetap tenang tidak gampang. Nyatanya dalam keseharian kita akan bertemu dengan orang dengan karakter yg bermacam.
Kontrol diri tidak mudah. Intinya jangan terpancing emosi. Jangan tanggapi kata-kata yang menyudutkan kita. Gigit lidah kalau perlu. Langsung bilang permisi dan tinggalkan lawan bicara. Hindari debat kusir. Débat semacam itu hanya terlihat bodoh. Pakai cara yang lebih anggun. Yaitu diam. Jadi ketika marah lebih baik diam.

Comments
Post a Comment