Membaca Itu Membebaskan
Membaca itu membebaskan. Untuk siapa ? Untuk pembaca tentunya. Saya baru saja membaca bukunya Dewi Lestari. Madre. Saya tertarik karena judulnya. Madre artinya Ibu dalam bahasa Spanyol. Ternyata ceritanya juga seru. Ga bercerita tentang Ibu seperti yang kita pikirkan.
Saya suka cara Dee menulis. Kalimatnya mengalir. Walaupun ada kalimat tertentu yang membuat kita harus diam. Merenung mencoba memahami artinya. Berfilsafat. Mengajak bertanya lebih dalam.
Buku lain yang saya beli adalah karyanya Ollie. Bercerita kegundahannya mencari cinta. Hmmm berpetualang ke beberapa negara untuk sebuah cerita cinta.
Ollie terluka karena perceraian dan masih berjuang sampai sekarang untuk mendapatkan cinta sejatinya. Well saya dan kamu ga sendirian kan ? Ada banyak wanita single yang mencari cinta sejatinya.
Ollie terluka karena perceraian dan masih berjuang sampai sekarang untuk mendapatkan cinta sejatinya. Well saya dan kamu ga sendirian kan ? Ada banyak wanita single yang mencari cinta sejatinya.
Buku ketiga yang saya beli adalah buku ringan yang bikin saya geli. Buku tentang anak SMA yang punya nama genk kompor. Cerita ringan yang saya bisa belajar bahasa gaul hihihi. Masuk ke dunia remaja seru juga. Jadi ingat masa sekolah dulu. Kangen daerah Kemang . Trayek tiap hari semasa SMA.
Ketika membaca, saya seperti masuk ke lorong waktu. Pinjem mesin waktunya Doraemon. Saya merasa merdeka. Memasuki halaman baru seperti sebuah petualangan. Bikin hati saya berdebar. Bagaimana akhirnya. Ada energi yang tertinggal setelah membacanya. Dan selalu ada pelajaran yang bisa saya ambil.
Buat saya, membaca itu mencerahkan. Mengusir rasa bosan. Dan saya bisa betah berjam-jam. Membaca memberi kesadaran bahwa ada banyak hal yang harus saya syukuri.
Minggu ini saya membeli 10 buku. Dengan tema bermacam-macam. Saya senang belajar pengalaman hidup dari orang lain. Banyak yang punya ujian lebih berat dari saya. Seolah-olah takdir single sampai hari ini tidak apa-apanya. Tentu kita harus banyak bersyukur dengan segala nikmat Allah.
Di penghujung hari ini saya menghela napas dan tersenyum. Cinta sejati itu ada. Setiap hari adalah langkah yang akan membuat saya semakin mendekat. Lebih dekat ke takdir untuk bertemu belahan jiwaku. Saya yakin hal yang sama akan terjadi pada kalian juga. Bilang Amiennnn rame-rame ya :)

Comments
Post a Comment