Pekerjaan Tanpa Jenjang Karir



Pekerjaan tanpa jenjang karir. Kenapa mau ? Karena berbagai alasan. Setiap orang punya orientasi berbeda. Jika kalian punya pekerjaan yang bagus. Bersyukurlah. Nikmati. Apalagi ada jenjang karir. Wah, impian kebanyakan orang.

Saya bekerja di tempat tanpa jenjang karir. Tidak ada kontrak kerja yang mengharuskan berhenti sampai umur berapa. Tidak ada  aturan tertulis. Apakah saya menikmatinya ? Tentu. Karena tempat saya bekerja memudahkan saya punya aktivitas yang lain.

Sangat mudah di tempat saya untuk ijin. Kesempatan ini tidak saya sia-siakan. Tentu ijin cuti untuk backpacking. Masalah gaji banyak atau tidak sangat relatif. Tergantung bagaimana gaya hidup. Termasuk berapa banyak yang dapat kita simpan.

Teorinya, kita menabung 10 persen dari gaji. Karena saya Gila travelling dan beli buku. Maka ada anggaran khusus untuk dua hal itu. Pekerjaan saya saat ini hanya batu loncatan. Tidak pernah saya berpikir untuk bekerja di tempat ini selamanya. Dari awal bekerja, sudah saya niatkan untuk resign dalam beberapa tahun.

Target awal tidak tercapai. Awalnya saya hanya ingin bekerja selama dua tahun saja. Namun sekarang sudah memasuki tahun ke empat. Tapi saya tidak patah arang. Saya yakin bahwa ada strategi yang harus diperbaiki.

Empat tahun kebelakang, hidup saya gamang. Bingung antara melanjutkan kuliah atau menikah. Namun sekarang saya mantap. Saya ingin segera menikah. Dan tentu  ingin melanjutkan kuliah. Research adalah passion saya. 

Sehingga paling pas jika saya mengambil master by research. Gelar yang saya dapat dengan melakukan penelitian. Dan di tempat bekerja saya saat ini, insha Allah sangat memungkinkan untuk mendapat koneksi. Terutama untuk melakukan penelitian. 

Tapi menikah adalah prioritas saat ini. Dalam setiap doa. Pikiran dan tindakan :)

Kadang rencana dalam hidup tidak semulus yang kita kira. Saya yakin kalian juga mengalami hal yang sama. Jangan menyerah. Ayo kita berjuang bersama. Hidup saya jauh dari sempurna. Tapi setiap orang berhak punya impian.

Jangan jadikan status jomblo menjadi batu sandungan untuk berprestasi. Merasa minder. Ga mau bergaul. Come on. Kalian cantik. Ingat hidup cuma sekali. Jangan biarkan opini orang lain merusak dirimu. Sikapi dengan bijak. Dengan cara apa ? Dengan cuek. Terutama opini yang tidak bermutu.

Nikmati masa jomblo. Ketika menikah bukan berarti terkekang. Tapi mari kita nikmati setiap tahapan hidup. Kalau hari ini masih jomblo jangan sedih. Banyak wanita yang iri melihat kebebasan kita. Malah saat ini kita bisa menyiapkan diri untuk masa depan.

Menjadi Ibu yang merawat anak sendiri adalah impian terbesar saya. Setinggi apapun saya ingin melanjutkan studi. Tetapi menjadi ibu yang baik adalah prioritas nantinya. Saya tidak mau anak dititipkan di baby sitter. Tentu hal ini pilihan bagi setiap wanita. Tidak ada mana yang salah atau benar.

Disisi lain. Relasi yang saya bangun hari ini untuk masa depan. Saya ingin sekali punya bisnis online. Saya akan mengawali dengan berjualan kerupuk bawean. Semua masih disiapkan. Nantinya akan saya jual di lapak miss hansip. Harapan saya, ingin tetap punya penghasilan ketika telah menikah nanti. menciptakan karir dari bisnis yang saya kelola.

Kalian semua wanita hebat. Para Jomblowati . Cepat atau lambat akan menikah. Menjadi Ibu. Percayalah. Semuanya masalah waktu. Kalian pasti punya mimpi. Wujudkan impian itu. Impian besar diawali dari langkah kecil. 

Ketika telah menikah akan banyak waktu kita tersisa untuk keluarga. Mungkin semakin selidiki untuk waktu "me Time ". Jadi manfaatkan status jomblo untuk memanjakan dirimu. Sekali lagi jika kalian punya impian. Bertindaklah. Jangan tunda. Mulailah dari sekarang.


Comments

Popular Posts