Rindu Ubud (Menemukan Cinta dan Kebebasan)



Rindu Ubud. Apanya ? Suasananya. Orangnya. Alamnya. Budayanya. Ah semuanya deh. Ubud seperti rumah bagi saya. Rumah ketiga setelah Jogja dan Jakarta. Ketenangan itulah yang bikin  kangen. Tapi rumah beneran di Sidoarjo. Tepatnya numpang sama Mama hihihi.

Saya akan kembali ke Ubud. Suasananya tenang. Tidak banyak night club .Semoga begitu selamanya. Kalau banyak night club apa bedanya sama di denpasar. Dugem terus sampai pagi.

Tidak ada yang membuat saya begitu semangat selain melihat tanggal merah. Travelling selalu memberi energi baru. Bukan destinasinya. Tapi mulai dari perjalanan menuju tempat tersebut. Ada getar yang membara waktu cari tiket. Mirip orang jatuh cinta, deg-deg an. Padahal mau pilih kursi doang di kereta. Belum lagi waktu pilih hostel. Baca review sana-sani. Memastikan deket shelter bus.

Ah rasanya seperti menemukan kebebasan. Saya biasanya akan senyum sepanjang perjalanan. Sambil nyanyi "naik kereta api ". Atau baca Novel. Sekalipun tempat duduk deket toilet. Ga masalah. Lagian saya sering kebelet pipis.

Saya yakin kalian semua juga begitu. Bukan. Bukan  suka duduk deket toilet. Tapi ada sesuatu yang bikin semangat banget. Mia semangat kalau nemu resep kue. Saya menyebutnya praktikum. Uci semangat dapat orderan cetak buku. Lumayan dia mau buka percetakan kecil-kecilan. Saya rencananya mau jualan kerupuk. Menggalang dana buat backpackeran ke Vietnam.

Jangan biarkan status singlemu jadi mati gaya. Nikmati harimu. Lakukan yang kamu suka. Berbuat positif bagi teman, keluarga dan sesama. Kejar impian.

Saya salut sama Uci. Dia mengumpulkan biaya untuk kuliah S2 dari Order buku. Tahun ini hidupnya dalam ujian berat. Tapi dia berani bangkit. Perlahan. Memupuk impian yang sempat kandas. Mengembalikan harga diri sebagai wanita dan sebagai anak dari keluarga sederhana. Latar belakang keluarganya sempat dianggap sebelah mata oleh mantan papa mertua. Sakit rasanya. Membekas. Dan diubah oleh Uci sebagai motivasi diri.

Jangan merasa lemah karena status single. Berdirilah dengan percaya diri. Hadapi orang-orang di sekitarmu dengan santai. Jangan risau ditanya "Kapan menikah ?". Jangan minder dengan status "janda". Cuek.

Sikap cuek sangat membantu. Bukan sikap pengecut untuk melarikan diri. Apalagi menjadi manusia yang tidak berempati. Cuek penting karena tidak semua orang mengenal kita dengan baik. Jadi selayaknya kita tidak perlu mendengarkan semua komentar orang di sekitar kita. Cukup dengarkan yang baik.

Saya cuek pergi sendirian ke Ubud. Makan malam atau berjalan sendirian. Tapi tentu tak perlu lama-lama. Karena saya tidak pernah sendirian. Ada banyak orang baru yang segera menjadi teman. Dan tidak menutup kemungkinan menemukan cinta disana :)

Comments

Popular Posts