Dijodohkan boleh saja asal...
Dijodohkan boleh saja asal hati kamu juga sreg. Susah rasanya hidup dengan seseorang tanpa ada rasa. Jangan pernah kamu menerima pria untuk jadi pendamping jika ragu. Hatimu harus mantap. Perlu dan penting bagimu ada rasa tertarik padanya.
Jika tidak jangan sekali-kali kamu menerima. Daripada menyesal kemudian. Lebih baik menolak perjodohan tersebut. Tentu resikonya akan dimarahi orang tua atau keluarga yang menjodohkan kamu.
Di usia yang sudah 30 plus akan membuat orang tua kamu kalang kabut. Terutama karena kamu adalah wanita. Kecuali orang tua dan keluargamu open minded yang percaya bahwa jodoh akan datang tepat pada waktunya.
Namun dalam budaya kita, sangat kental bahwa single di usia 30 plus adalah bencana. Di cap perawan tua. Terlalu pemilih. Terlalu sibuk kerja. Lebih memilih karir. Terlalu tinggi pendidikan dan segala tuduhan miring lainnya.
Opsi untuk dijodohkan tak sepenuhnya salah. Asal kamu bisa komunikasikan baik-baik dengan mak comblang. Katakan padanya bahwa kamu belum tentu langsung menerima si calon. Karena Kamu punya kriteria sendiri. Kalau ternyata cocok dengan si calon dan sesuai dengan kriteria, berarti Alhamdulillah dong.
Mengenal si calon butuh waktu. Ga bisa main iya aja dan langsung menikah. Bilang ke mak comblang bahwa kamu ga bisa dipaksa untuk segera mengambil keputusan. Apalagi mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.
Jodoh itu benar-benar rahasia Allah. Jika kamu kenal atau dijodohkan dengan seorang pria maka libatkan Allah. Ungkapan segala Kegundahan hati kepada Allah. Banyak sholat hajat dan Istikharah. Hanya Allah yang tahu benar isi hati pria tersebut. Apakah dia pria baik-baik atau malah sebaliknya.
Salah seorang teman saya menikah karena dijodohkan. Dia empat tahun lebih tua dari suaminya. Alhamdulillah tidak ada masalah. Mereka dikaruniai tiga orang anak. Dia mengenal suaminya saat itu dari pamannya.
Hati teman saya saat itu memang mantap. Sehingga tidak butuh waktu lama untuk mengambil keputusan. Mungkin karena visi dan misi hidup mereka sama. Alhamdulillah, dia bilang segalanya mudah hingga menuju ke hari pernikahan.
Dijodohkan merupakan sebuah opsi. Artinya jelas. Sebuah pilihan yang boleh diambil atau tidak. Tergantung dari pribadi kita semua. Saya pribadi tidak pernah dijodohkan oleh Mama. Orang tua saya tinggal Mama. Beliau yakin semua ada waktunya. Jodoh akan datang seperti kematian. Kalau sudah datang tidak bisa ditolak. Beliau mengijinkan saya untuk memilih sendiri. Karena saya yang akan menjalaninya bukan dia.
Tapi dijodohkan juga bukan harus langsung ditolak mentah-mentah. Apalagi jika kamu tidak sedang dekat dengan pria manapun. Berikan kesempatan untuk mengenal dia. Ingat kamu yang akan menjalani hidup bersama pria tersebut. Bukan orang tuamu. Jika kamu tidak sreg. Tolak. Jika tidak bisa "menyukai dia" , tolak.
Jika tidak ada rasa suka diawal jangan harap cinta akan datang dalam pernikahan. Percaya deh. Banyak orang terjebak dalam pernikahan. Jadi dijodohkan boleh saja asal kamu sreg dan bisa menerima dia juga :) .

Comments
Post a Comment