Silahkan Mencari Wanita Gampangan...


Silahkan mencari wanita gampangan Bli. Maaf saya tidak semudah itu untuk berpindah. Terpikirpun tidak pernah. Saya bukan wanita gampangan. Keyakinan bukanlah permainan Bli. Saya tidak beragama secara buta. Dulu memang iya. Karena saya tidak pernah bertanya mengapa menjadi muslim ? Semuanya karena orangtua yang juga muslim.

Tapi pertanyaan  itu mulai muncul saat saya 14 tahun, Bli. Mencari jawaban lewat buku-buku. Hingga akhirnya saya simpan rok mini dan baju ketat. Saya pilih hijab sebagai pakaian sehari-hari. Semenjak itu saya mulai mendalami agama saya Bli. Membaca kitab suci yang lain juga saya lakukan. Manusia punya pikiran. Bisa berpikir secara objektif dan membandingkan isi dari kitab lain.

Tidak sampai disitu Bli, saya ini backpacker. Pergaulan saya luas dan punya banyak teman juga. Sebagian besar teman saya adalah atheis. Merekalah yang membuka hati dan pikiran saya tentang Tuhan. Apakah Tuhan itu ada ? Bagaimana firman-Nya turun ? Siapakah yang menerima wahyu? Apakah ada perubahan di dalam kitab suci dari awal turun hingga hari ini? Apakah kitab suci bisa dan boleh direvisi?

Saya juga membaca kitabmu Bli. Sepulang dari Ubud lebaran lalu, saya benar-benar tertarik dengan budaya Bali. Termasuk upacara dan ingin tahu apa yang ada di dalam kitabmu. Saya menghargai bahwa kamu juga percaya dengan satu Tuhan. Namun mengapa Tuhan bermanifestasi dalam bentuk 33 juta dewa?Agamamu untukmu dan agamaku untukku. Adil kan Bli?

Bli, saya bukan wanita gampangan. Maaf jika saya memulai percakapan agar semua diakhiri. Tentu dengan akhir yang baik. Saya takut dengan pesan yang Bli sampaikan dengan cara yang tidak bisa dinalar. Pesan yang  disampaikan melalui bisikan tanpa raga. Bli meminta pendeta  untuk mengirimnya pada saya ? Atau Bli sendiri yang mengirim ?

Saya tahu Bli punya banyak fans perempuan. Bukankah dengan begitu bisa memilih satu diantara mereka? Tidak akan ada yang menolak. Percayalah. Bli adalah pria sukses dan pekerja keras. Cerdas dan memiliki karisma khas pria Bali. Namun maaf Bli, saya bukan wanita itu.

Mari kita bersikap dewasa. Menyadarinya dengan ikhlas bahwa kita berbeda. Bukankah Bli yang tidak siap dan malu mengakui. Berlindung dibalik kata teman dan sahabat. Bli mengingkari hati sendiri. Dan lebih memilih menyampaikan dan perang secara spiritual. Sudah Bli, hentikan. Pilihlah wanita yang seagama denganmu. Atau pilihlah wanita gampangan. Wanita yang mudah luluh karena kharismamu. Wanita yang mudah luluh karena jabatan dan hartamu. Wanita yang gampang berpindah keyakinan untuk hidup denganmu.

Maaf Bli, saya bukan wanita gampangan. Saya menghormati Bli dengan segala keyakinan dan adat istiadat. Biarkan saya memilih islam sebagai keyakinan hingga ajal menjemput... Terima kasih atas segala pengalaman spiritual ini Bli... Karena semuanya membuat saya dekat dengan Allah...

Comments

Popular Posts