Uci Bersyukur Bisa Divorce
Uci bersyukur bisa divorce. Menikah selama empat tahun. Kehilangan calon bayi. Mimpi kuliah yang kandas. Harga diri yang diinjak. LDR. Cukup. Dan berpisah adalah keputusan bersama.
"nyesel dulu ga dengerin hati kecil gue"
Beberapa kali dia mengatakan hal tersebut kepada saya. Raut wajah yang lesu. Seperti kehilangan asa. Getar suara penyesalan. Speechless. Entah jawaban apa yang pas. Tidak ada rasanya. Uci hanya butuh pendengar.
"banyak yang terjebak dalam pernikahan Min "
Oke itu fakta. Saya tidak akan mendebat Uci. Karena saya belum pernah menikah. Uci ingin agar saya dan kalian semua belajar dari kegagalannya.
"untung hidup gue ga digantung "
Uci merasa dapat kesempatan kedua. Bersyukur dia dan suami berpisah secara baik-baik. Tidak ada tuntutan ini dan itu. Walaupun tetap saja meninggalkan luka. Dengan status barunya, dia bisa melanjutkan hidup. Begitu juga dengan mantannya. Bebas dari ikatan di atas kertas.
Belum lama ini, Uci bertemu dengan teman lama. Teman sekolah yang telah menjadi PNS. Suaminya bekerja sebagai TNI. Namun kehidupan rumah tangganya jauh dari sempurna. Dia ingin bercerai. Tidak tahan dengan suami yang telah memiliki "WIL" (Wanita Idaman Lain).
Namun suami tidak ingin melepaskan. Ego tinggi sebagai laki-laki atau terhanyut dalam permainan diantara dua wanita. Entahlah. Yang pasti temannya tersebut hidup dalam ketidakpastian.
Suaminya kerap kali berbicara kasar. Merendahkan sang perempuan. Tapi menolak untuk menceraikannya. Apa yang dicari dalam hubungan seperti itu ? Ketika saling menyakiti dan tidak ada rasa hormat di dalamnya.
Entah berapa banyak pernikahan seperti itu. Kedua pasangan hanya terikat diatas kertas tanpa ada rasa lagi. Semuanya hanya demi sebuah pencitraan publik. Miris mendengarnya. Tapi itulah fakta yang ada di sekitar kita.
Setidaknya sahabat saya Uci dapat berpisah dengan cepat. Disepakati kedua belah pihak. Walaupun menimbulkan bekas luka yang dalam sampai hari ini. Lebih melelahkan lagi, Uci seperti masih merasakan adanya ikatan batin antara dia dan mantan.
Maklum, mantan suaminya meminta cerai dalam keadaan emosi. Mungkin penyesalan yang amat dalam yang dia rasakan. Mungkin dia baru sadar kehilangan seorang wanita yang begitu berharga. Wanita yang selama ini tidak dia jaga dengan baik. Mana ada wanita yang begitu "Nerimo " atau menerima seperti sahabat saya, Uci.
Dalam kasus ini, Uci bersyukur bisa divorce. Terlepas ikatan batin atau kontak batin dari sang mantan yang sesekali masih dia rasakan. Seandainya hidupnya digantung, pasti dia akan lebih stres. Tidak bisa menjalani hidup.
Status barunya sebagai single akan memberi peluang untuk bertemu dengan orang yang baru. Juga bertemu cinta yang baru. Bisa jadi cinta sejati yang memang belum dia temukan pada pernikahan sebelumnya. Saya berdoa semoga sahabat saya bisa segera sembuh lukanya dan menemukan belahan jiwa. Amien...

Comments
Post a Comment