Belajar dari Mbak Sum ( Tukang Pijat)
I miss become Emak-Emak. Efek dari membaca buku "Moms Mean Business". Bahasanya ringan dan mudah dicerna. Berisi tentang banyak tips tepat sasaran. Khusus untuk Ibu yang ingin bekerja dari rumah. Banyak wanita yang tidak ingin kehilangan momen bersama buah hati. Menikmati tumbuh kembangnya. Selalu ada di sisi mereka. Dan memastikan semua kebutuhan terpenuhi.
Di sisi lain, tidak mudah menjadi full time Mom. Apalagi jika terbiasa bekerja sebelum menikah. Cepat atau lambat Insha Allah saya dan kamu semua akan menjadi Ibu. Mengalami dilema yang sama. Tetap bekerja di kantor atau mulai membangun bisnis dari rumah.
Kalau saya sudah niat buat resign ketika menikah nanti. Inginnya menekuni dunia tulis menulis. Walaupun tidak mudah untuk menuju ke jalur penerbit. Saya tidak boleh menyerah.
Ada banyak komunitas Blogger yang digawangi para Emak. Salut karena mereka tetap gaul. Dan yang pasti ga gaptek. Kayaknya seru kalau dimasa yang akan datang seperti mereka. Tetap gaul.
Kalian kebayang ga, kalau sudah nikah nanti gimana ? Apa ada rasa khawatir ? Khawatir badan jadi melar. Khawatir ga sempet dandan. Khawatir ga ada waktu buat diri sendiri. Me time nya kapan ya. Belum lagi kalau bosan gimana ?
Maklum, saya mikirnya langsung konyol. Dan ga penting banget. Tapi ini semua datang dari hati. Mari kita belajar dari Mbak Sum. Mbak Sum, yang biasa memijat saya bercerita panjang lebar. Menasehati dengan kalimat sederhana. "Cinta itu hanya sementara mbak, kalau sudah nikah mirip seperti saudara. Yang tumbuh rasa kasih sayang ".
Tidak ada kata bosan. Karena hidupnya fokus untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya. Masalah pribadi dikesampingkan. Kalau marahan sama suami ga perlu lama-lama. Rasa cemburu ditempatkan dengan seharusnya. Memberi kepercayaan satu sama lain. Dan berkomitmen untuk menjaganya.
"Kalau suami selingkuh bagaimana mbak?" ucap saya dengan antusias. Selingkuh itu karena si istri. Karena tidak bisa menjaga. Atau menuntut ini dan itu. Kurang bersyukur dengan apa yang diberikan suami. Wajar jika akhirnya suami cari kesenangan di luar. Tapi sebelum semua terjadi dan menyalahkan suami. Sebaiknya istri berbenah diri dulu.
Saya hanya terdiam. Mbak Sum, wanita tanpa pendidikan tinggi, memiliki falsafah hidup yang dalam.Pola pikir yang sederhana menjawab pertanyaan klasik dengan bijak. Mungkin kesulitan hidup yang membentuknya jadi wanita tangguh dan bijak .
Tidak hanya tubuhnya yang tahan banting. Tapi mentalnya juga kuat. Mbak Sum tidak pernah mengeluh dengan pekerjaannya sebagai tukang pijat. Bekerja mulai jam 7 pagi hingga jam 11 malam.
Suaminya menjaga perlintasan kereta di dekat perumahan saya. Dibayar oleh Pak Lurah dan mendapat tambahan dari warga yang menyeberang. Suaminya yang membersihkan rumah. Mencuci piring serta mencuci baju. Mbak Sum hanya memasak dan setelah itu bertugas sebagai tukang bijak.
Mereka berdua adalah Team Work. Berbagi tugas. saling pengertian dan menjaga komitmen dalam rumah tangga. Sosok pasangan ideal dari kehidupan yang sederhana.

Comments
Post a Comment