Keresahan Dalam Hidup tidak cuma urusan Jodoh
Keresahan dalam hidup saya tidak cuma urusan Jodoh. Jodoh menjadi skala prioritas. Ada di daftar paling atas dalam resolusi 2016. Berjuang dalam doa agar dia yang menemukan saya. Berdoa dalam setiap langkah, agar kian hari semakin dekat untuk bertemu dengannya. Perjalanan cinta seseorang telah diatur. Tidak mudah dihadapi. Banyak air mata. Energi yang tersita. Harapan yang kandas. Dan bangkit dari hubungan yang gagal.
Hidup itu pilihan. Setiap orang bisa memilih bagaimana dia hidup. Monoton atau penuh dengan warna. Setiap orang punya masalah. Hidup akan selalu up and down. Dan sikap kita ditentukan dari pertama ketika masalah itu datang. Apakah marah ? Panik? Menyalahkan keadaan ? Atau berusaha untuk tenang lalu mencari solusi.
Jodoh adalah masalah yang sangat penting. Tapi saya dan kamu tahu. Bahwa jodoh kita sudah ada. Semua masalah waktu. Insha Allah akan bertemu nantinya. Ada banyak aktivitas dan impian yang harus kamu kejar. Jangan malah jadi minder karena belum menikah.
Saya sering resah dengan blog ini. Apakah bisa berkembang? Apakah traffic hariannya meningkat dan segala kekhawatiran lainnya. Namun saya percaya. Karya yang dibuat dari hati akan sampai ke hati.
Blog adalah sebuah karya yang bisa diukur. Tentu dari statistik yang ada di dalamnya. Ada target yang harus dibuat. Kalau tidak hidup akan mengalir tanpa arah.
Saya ingat betul ketika memulai ngeblog setahun yang lalu. Kalimat pertama paling susah. Malah sering tidak tahu apa yang mau ditulis. Setelah dapat paragraf pertama, rasanya kok susah banget bikin alur tulisan yang enak dibaca. Akhirnya artikel yang utuh sudah jadi. Apakah lantas kelar ? Tidak! Ada rasa tidak percaya diri untuk memposting.
Ada rasa khawatir apa tanggapan orang yang membaca. Bagaimana kalau tulisannya jelek atau malah jelek banget. Bagaimana kalau tidak ada yang baca sama sekali. Ternyata untuk menulis dibutuhkan rasa percaya diri.
Kita semua tahu. Ada hukum proses yang tidak bisa dilewatkan. Segala sesuatu butuh jam terbang. Kita harus sabar. Harus memberi kesempatan pada diri sendiri untuk belajar. Beri kesempatan untuk salah. Tentu tidak semuanya selalu berjalan dengan lancar. Ada kalanya kita merasa down. Melihat karya lebih baik. Namun yakinlah. Bahwa semua akan indah pada waktunya.
Saya tidak boleh menyerah. Harus rajin menulis lagi. Belajar untuk menulis fiksi dan non fiksi. Serta rajin ikut kompetisi. Siapa tahu menulis juga cara saya untuk bertemu dengan si dia. Bismillah...

Comments
Post a Comment