Logika dan Takdir


Logika dan Takdir adalah dua hal yang bekerja dengan cara berbeda. Logika adalah hasil perhitungan manusia terhadap sesuatu, kondisi atau keadaan. Ini arti versi saya ya. Namun takdir adalah ketetapan Tuhan. Logika manusia terbatas. Sekalipun kita berhitung dengan rinci hasilnya belum tentu sama. Malah jauh dari yang seharusnya.

Contoh kasus, menikah muda agar cepat diberikan momongan. Sebisa mungkin sebelum usia 25. Agar kondisi tubuh Ibu masih fit. Takdir berbicara lain. Sampai usia 30 masih belum dikaruniai momongan. Kala itu saya sempat merasa minder juga. Teman saya ini cantik. Banyak yang mengejar. Kehidupannya sangat sempurna. Alasan kesehatan itu yang membuat dia menikah muda. Namun takdir berkata lain. Dia belum dikaruniai momongan. Kita doakan segera ya.

Uci, sahabat saya divorce tahun lalu. Dulu sempat keguguran. Keinginannya menjadi Ibu sering membuat saya terharu. Dia masih belum bisa mengikhlaskan sepenuhnya, janin yang gugur. Dia iri bukan main melihat wanita hamil. Wanita yang menggendong bayi. Naluri Keibuannya yang tidak terbendung.

Uci saat ini diuji. Ada myoma dalam rahimnya. Dia pasrah kalau mungkin tidak akan pernah bisa hamil. Saya menyakinkan berkali-kali agar dia jangan menyerah. Apapun mungkin bagi Allah. Banyak wanita dengan kasus yang sama bisa punya keturunan . Saya berdoa untuk Uci, agar diberi pendamping yang bisa menjaga dia. Memanjakan dia sebagai wanita. Dan diberi kesempatan untuk menjadi Ibu.

Saya didera rasa khawatir juga. Saat ini berusia 33 dan belum menikah. Khawatir akan kesehatan rahim. Tapi bismillah, pasti ada kebaikan yang Allah tahu. Sampai sekarang belum menikah adalah bagian dari Takdir. Harus dijalani dengan sebaik-baiknya.

Perang antara logika dan Takdir tidak akan ada habisnya. Menghadapi takdir harus dengan iman. Karena logika tidak akan pernah bisa tepat membaca masa depan. Jika semua hal bisa dipastikan. Maka manusia tidak akan berupaya. Tidak ada kerja keras untuk mencapai impian. Tidak ada usaha lebih untuk sampai kesana.

Saya menjaga rahim dengan berenang. Makan makanan yang sehat. Mengelola stress agar jadwal haid teratur. Dan dengan air mata dalam doa yang saya panjatkan. Allah tahu semua rasa kekhawatiran saya. Namun Allah juga yang memberikan kekuatan. Agar dapat menghadapi takdir.

Allah pasti mendengar doa saya. Permohonan untuk diberikan keturunan yang sholeh. Permohonan agar dimudahkan dalam persalinan. Permohonan untuk menjaga kehamilan di saat usia saya sudah 30 plus. Saya percaya Allah dan akan selalu begitu.

Apapun kondisimu saat ini jangan bersedih. Entah kamu jadi jomblo setelah divorce atau memang belum menemukan si dia. Tetap semangat. Berjuanglah dalam doa-doa. Kalau kamu sudah keluar masuk online dating dan belum ketemu. Tidak perlu marah.  Kamu sudah berusaha untuk mencarinya. Dengan doa, bantu dia yang menemukan kamu.

Comments

Popular Posts