Menghadapi Rival di Kantor
Menghadapi Rival di kantor ? Siapa yang tidak punya haters? Hampir semua orang punya. Tidak selamanya orang akan menyukai kita. Bisa jadi justru karena prestasi diri. Makanya jadi dibenci.
Kantor saya sangat aneh. Jumlah karyawannya sedikit. Bisa dihitung dengan jari. Tetapi persaingan luar biasa di dalamnya. Ditelikung dan difitnah sudah jadi hal biasa. Di setiap kantor pasti akan ada tukang jilat. Bersikap kekanakan dan minim prestasi. Tapi kalau dipikir-pikir, kita harus bersyukur ada manusia macam itu. Dengan adanya manusia reseh, hidup jadi penuh warna.
Di kantor, Rival saya justru laki-laki. Kasihan sebenarnya lihat dia. Sikapnya yang sombong justru menunjukkan betapa lemahnya dia. Rasa percaya diri yang rendah. Dan minim prestasi. Saya sering Ditelikung olehnya. Difitnah. Dan dilaporkan ke atasan. Tapi Alhamdulillah, Allah tidak tidur. Saya dalam perlindungan-Nya. Fitnah itu perlahan pudar. Malah atasan saya yang akhirnya malu sendiri.
Bagaimana cara menghadapi Rival ? Cuek. Tidak perlu banyak menanggapi. Tidak perlu klarifikasi ini dan itu. Diam dan fokus kerja. Kalau sudah tidak tahan. Silahkan banyak sholat hajat dan adukan ke Allah. Saya telah membuktikan sendiri ampuhnya sholat hajat untuk menghadapi permasalahan. Doa orang yang teraniaya didengar Allah. Tidak ada tabir dan dikabulkan Allah.
Apakah hanya satu orang Rival saya ? Tentu tidak. Ada wanita yang sudah tua. Usianya 50 tahun. Dalam segala keterbatasan kerja dan fisik yang jauh dari sehat, dirinya tidak dapat menempatkan diri. Seringkali ucapannya pedas. Membuat banyak orang susah. Birokrasi yang berbelit dan sikapnya seperti bunglon di depan saya.
Cara menghadapinya ? Sama. Cuek dan fokus dengan pekerjaan. Saya bersyukur punya ruangan sendiri di kantor. Nyaman dan akses wi-fi yang bagus. Setelah pekerjaan di kantor selesai. Saya fokus di Blog.
Pekerjaan disini hanya batu loncatan. Suatu saat nanti tentu akan resign. Saya melihat dunia tulis menulis menjadi mimpi saya. Selain itu online shop merupakan bisnis yang bisa dikerjakan bersamaan juga.
Intinya jika ada yang membenci kita, arahkan energi kesal kita ke hal lain. Sibukkan diri. Dengan begitu kita tidak ada waktu untuk mengurus manusia yang reseh. Biarkan mereka hidup dalam kebencian. Hidup ini singkat dan indah. Sayang banget kalau tersita dengan manusia yang tidak penting. Ingat ya, stay cuek dan tetap semangat !

Comments
Post a Comment