Sikap Menunda Pekerjaan
Menunda pekerjaan adalah kebiasaan buruk saya. Terutama waktu kuliah. Hampir sebagian besar tugas kuliah saya tunda. Dikerjakan di detik-detik terakhir. Tidak tahu kenapa rasanya malas banget. Selain itu saya sering kali teledor. Tidak mencatat jadwal ujian dengan baik. Saya pernah lupa kalau ada UAS. Untungnya masih bisa lulus mata kuliah tersebut.
Diantara teman satu angkatan, saya yang paling terakhir lulus. IPK paling jelek. Terjun bebas. Tidak ada harapan diterima kerja di tempat yang layak.Menunda pekerjaan atau tugas adalah sikap buruk yang membuat saya tidak sukses sebagai mahasiswa. Saya dicap sebagai "tukang cari masalah " oleh dosen. Hampir semua dosen mencap jelek.
Kuliah molor sampai semester terakhir. Pilihannya hanya di DO atau lulus. Dengan setengah hati, sisa-sisa energi dan support dari sahabat, akhirnya saya lulus.
Mencari kerja ? Hampir tidak pakai ijasah. Saya menggantikan adiknya Uci. Awalnya saya menolak. Tapi karena didesak akhirnya saya terima juga. Mei 2011 akhirnya saya menggantikan posisi adiknya Uci. Langsung kerja. Tidak pakai training. Learning by doing. Setelah ambil gaji pertama. Saya baru memasukkan lamaran kerja.
Bulan pertama, saya menerima banyak komplain. Caci maki. Dimarahin ga jelas. Maklum , kantor ini aneh. Tidak ada training dan penjelasan detail bagaimana harus mengerjakan ini dan itu. Saya bekerja di bagian administrasi sekaligus customer service. Alhamdulillah dalam 3 bulan. Saya paham bagaimana membuat arsip yang baik. Dimana alur berkas. Dan siapa yang harus saya kontak di kantor pusat.
Kebiasaan buruk Menunda pekerjaan ? Tidak terjadi dalam bekerja. Malah saya menunjukkan performa kerja yang baik. Saya memang dendam bagian administrasi kampus ITS saat itu. Ada seorang staff yang seenaknya sendiri. Bekerja lambat. Tidak melayani dengan baik. Tidak ramah. Dan tidak memberikan solusi.
Jadilah saya bertekad menjadi admin yang cekatan. Alhamdulillah terkabul dan diakui oleh klien. Pekerjaan cepat selesai. Memberi banyak kemudahan dan banyak yang akhirnya jadi teman.
Sikap menunda memang tidak baik. Secepat mungkin tugas diselesaikan. Akan semakin baik. Dengan begitu kita punya track record yang cool. Membangun nama baik tidak mudah. Tapi Insha Allah bisa.
Ternyata merubah kebiasaan buruk bisa ya. Semuanya karena motivasi dalam diri. Kalau kamu punya kebiasaan buruk. Coba deh mulai rubah. Semuanya bisa kalau mau. Keinginan yang kuat akan memberikan energi luar biasa untuk berubah. Saya saja bisa. Dari seseorang yang dibenci sampai akhirnya sekarang banyak yang memuji. Dalam konteks hasil kerja ya. Semua karena tekad yang kuat! Kamu pasti bisa.

Comments
Post a Comment