Menikah Karena Deadline Usia?








Menikah karena Deadline Usia? Saya dengan tegas mengatakan tidak. Hari ini seorang teman memberi saran agar saya cepat menikah. Alasannya ? Karena usia sudah 33 tahun. Mau menunggu apa lagi ? Mencari seperti apa ? Pertanyaan klasik.

Saya seperti kamu yang masih single juga, merindukan pasangan. Tempat bermanja. Berbagi cerita dan menghadapi masa depan bersama. Saya ingin menikah. Tidak sedikitpun menutup hati untuk laki-laki. Membuka diri untuk berkenalan dengan banyak pria. Saya normal. Teman saya banyak. Ramah. Tidak judes. Punya banyak teman pria. Saya merawat diri. Tahu mana pakaian yang pantas.

Saya belum menikah. Selalu terlihat sendiri. Tapi saya tidak muram. Semangat bekerja. Bercanda dengan rekan kerja. Suka Travelling. Tetap bergaul di dunia maya maupun nyata. Jadi saya normal. Saya menolak dan berontak atas saran menikah karena usia.

Kalau menikah hanya untuk merubah status. Hari ini sudah jadi istri orang lain. Saya bisa menikah dengan pria Australia yang mengajak nikah beda agama. Atau menikah dengan atlet sepakbola yang beragama islam tapi suka minum bir.

Pilihan lain menjadi istri kedua dari pria keturunan India. Pria yang bekerja di perusahaan minyak. Sudah lima tahun berlalu dan dia masih menantikan saya. Masih ada pilihan lain, melepas hijab dan menikah dengan pria Bali !

Saya memilih Allah dan Rasulullah. Tidak sedikitpun niat untuk melepas akidah ini. Saya ingin meninggal dalam keadaan islam. Dan hijab akan saya pakai hingga akhir hayat. 

Saya normal. Mereka tidak tahu betapa banyaknya ujian yang harus saya hadapi.Saya yakin dengan seyakin-yakinnya. Pria itu sudah disiapkan Allah. Ketika mampu melewati ujian,  Insha Allah akan bertemu yang terbaik.

Comments

Popular Posts