Membuka Komunikasi Dengan Mantan


"Mba harus mencoba membuka komunikasi sama dia "

Saran itu diusulkan oleh seorang teman . Mantan dan saya memang rekan satu tim. Namun saya telah menghindari komunikasi sejak januari lalu. Jika ada meeting saya tidak pernah memberi tahu dia secara langsung. Saya minta teman satu tim yang lain untuk menyampaikan.

Susah payah saya memutuskan kontak dengannya. Hati saya waktu itu sangat kacau. Muram berhari-hari. Binggung. Penuh dengan tanya. Seperti orang bodoh yang tidak tahu arah. Dendam. Marah. Kecewa. Seperti tidak ada jalan keluar. Sampai akhirnya saya kuat. Seperti hari ini.

Tentu saran itu tidak saya tolak. Saya melindungi diri dan kehormatan. Seorang laki-laki yang telah menikah masih menggoda saya. Tepatnya menyembunyikan perjodohan saat dekat dengan saya sampai akhirnya menikah secara diam-diam.

Saya tidak akan membiarkan dia maupun saya sendiri untuk saling mendekat. Sejauh ini masalah pekerjaan tetap jalan. Saya menghadiri meeting seperti biasa. Selama performa kerja terjaga tidak masalah.

Tentu masih ada rasa takut luar biasa ketika bertemu dengannya. Sampai sakit perut. Tapi sekarang saya mulai mengusai keadaan. Saya bisa menatap matanya dengan biasa. Tanpa rasa. Flat.

Saya tidak perduli apapun yang dia katakan tentang saya saat ini. Dia hanyalah bagian dari masa lalu. Seorang lelaki yang tidak gentle. Dia telah melukai saya dan hampir saja merendahkan cita-cita saya. Hmm, itu tidak akan terjadi. Saya akan tetap menjaga cita-cita dan impian saya.

Tidak sedikitpun saya akan membuka komunikasi dengannya. Jika itu terjadi hanya masalah pekerjaan dan tidak ada yang lain.

Tahun ini akan segera berlalu. Seperti dia dan semua kisah tentangnya akan menjadi masa lalu. Tenggelam oleh waktu dan digantikan dengan yang baru.

Comments

Popular Posts