Menerima Perselingkuhan

Saya tidak tahu apa yang membuat seorang wanita bertahan setelah suaminya berselingkuh ? Apakah benar karena demi anak-anak ? Apakah karena tidak siap menyandang status janda ? Apakah karena tidak punya pekerjaan ? Apa bertahan demi pencitraan ? Apakah terlalu cinta ? Apakah karena suami kaya raya ?

Segudang pertanyaan memenuhi hati saya. Bagaimana mungkin seorang perempuan bisa menerima semua itu ? Terlebih ketika perselingkuhan terjadi berulang kali ? Ketika sebagai perempuan tidak lagi dihargai ?

Mungkin akan banyak suara yang mengatakan " karena kamu belum menikah tidak bisa merasakan !"
Benar. Saya belum pernah menikah. Tidak tahu seperti apa kehidupan dalam pernikahan. Yang saya tahu menikah pasti bukan melulu indah. Ada fase up and down. Dan sangat tidak adil ketika menghadapi segala tantangan dalam pernikahan hanya seorang diri.

Hidup terlalu singkat jika bersanding dengan seseorang yang tidak lagi menghargai kita. Saya tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi  psikologi seorang istri  yang direndahkan oleh suaminya. Bagaimana seorang perempuan yang terluka harga dirinya membesarkan dan mendidik anak-anaknya.

Lelaki yang sempurna itu tidak ada. Saya setuju. Tapi pasti Allah menciptakan lelaki  yang memuliakan perempuan. Dan tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan. Dengan catatan, saya sebagai perempuan tahu bagaimana menempatkan diri sebagai seorang perempuan :).

Comments

Popular Posts