Kembali Ngeblog Kembali Menulis

pixabay.com

Blog ini mirip banget rumah yang ditinggal. Penuh debu sekaligus kenangan di setiap ruang. Saya pergi mengembara tapi akhirnya pulang,  alasannya kangen. Iseng saya buka artikel lama dan lumayan banyak yang baca padahal isinya sederhana. Banyak draft yang isinya setengah tulisan yang belum rampung. Sebenarnya tumpukan draft itu mirip harta karun karena isinya ide yang terlintas begitu saja. Itulah proses kreativitas yang akhirnya kalah dengan aktivitas kerja di dunia nyata. Ada rasa sesal yang diam-diam masuk di hati. 

Menjadi seorang blogger butuh sikap disiplin, tekun dan pantang menyerah. Sekian lama ngeblog dan belum ada hasil. Siapapun rasanya pengen nyerah. Apalagi bagi saya yang sudah bertahun-tahun lamanya. Tapi harus tahu diri, saya bukan fulltime blogger dan ngeblog masih saya sambi. Kadang ingat tapi banyak lupanya. 

Entah semangat apa pada saat itu, saya punya energi untuk menulis artikel-artikel tersebut. Kadang bahasanya asal, cuek dan to the point. Kadang juga pelan, dalam dan baper habis.

Itulah saya. Normal sebagai manusia. Unik sebagai wanita yang moodnya naik turun dipengaruhi hormon. Setidaknya saya ungkapkan secara positif. Bebas memberi ruang bagi diri untuk melepas segala penat.

Menulis itu menyembuhkan.  Mengalir begitu saja tanpa ada rasa khawatir siapa yang akan baca? Kata - kata adalah obat bagi kita yang kadang tak ada tempat untuk curhat.

Menulis itu menguatkan diri. Saat keluarga maupun sahabat meragukan kemampuan kita,  diam-dia potensi itu kita simpan rapat dari mereka yang ragu.

Disimpan untuk dilatih. Agar pada saatnya nanti dia akan lepas ke dunia nyata dan memberi manfaat bagi sesama. Itulah saya dan mungkin kalian juga pernah ada di titik yang sama.
Tidak semua orang akan suka dan percaya dengan yang kita lakukan. Jika itu terjadi. Saatnya tutup telinga dan tetap fokus dengan rencana kita. 

Segala sesuatu yang ada di dalam diri kita adalah "bisikan baik". Karena sejatinya, jiwa kita lahir dari kesucian. Maka jika hal yang baik, dengarkan kata hati itu.

Saya pun melangkah. Dengan dihantui rasa takut dan lingkungan yang tidak berpihak. Its ok. Toh nanti Insha Allah semua akan terbayar.

Jadi saya putuskan pulang. Membuka blog yang sudah lupa caranya. Mencari lambang blogger dan memasukan password yang ternyata salah :D. Harus adaptasi lagi dan jari-jari saya paksa mengetik huruf demi huruf. 

Saya akan coba rangkai menjadi kalimat. Dan saya akan membaginya dengan siapapun yang ingin mendengarnya.

Mungkin cerita kecil yang ga terlalu penting. Mungkin hal sepele yang saya bagi. Tapi bisa jadi tulisan itu bisa menghibur pembaca. Bukankah kita harus saling menguatkan ? Tidak perduli latar belakang dan posisi kita saat ini dimana?

Saya yang dulu hanya pembaca blog mulanya seperti itu. Merasa terbantu dengan tulisan sederhana yang memang sedang saya cari. Saya sudah punya rumah baru di ekisugirwo.com jangan lupa mampir ya. 


Comments

Popular Posts