Moon Cake Story









Seorang wanita berdiri di depan makam suaminya di bawah guyuran hujan deras. Dia menggendong anaknya yang masih kecil sambil meratapi nasibnya. Permintaan wanita itu sangat sederhana. Sebuah meja untuk makan bersama.

Asih tinggal di daerah kumuh dekat rel kereta api. Semua pekerjaan dia lakukan untuk menyambung hidup. Mulai menjadi buruh cuci sampai  menjadi joki 3 in one.

Saat menjadi joki, Asih bertemu dengan pemuda tampan dan sukses bernama David.

David pengusaha di bidang properti yang sedang dalam puncak karir. Namun ditengah prestasi yang telah dia capai dia merasa kesepian. Hidupnya gamang. Istrinya telah meninggal dan dia harus bergulat dengan penyakit Alzheimer yang perlahan akan memisahkannya dari dunia.

Sejak pertemuan pertama dengan Asih, David melihat sosok ibunya dalam diri Asih. Seorang Ibu yang harus berjuang demi anak-anaknya.

David memberi hadiah moon cake pada Asih. Namun moon cake mendiang istrinya jauh lebih enak. Asih menerimanya dan keduanya menjadi lebih dekat.

Kedekatan David dan Asih membuat keluarga mereka masing-masing tidak suka. Sekar, adik Asih, menaruh curiga atas seringnya David bertandang kerumah. Begitu juga Aline, adik angkat David.

Pak Tri, supir keluarga besar David memahami sikap pemuda tersebut. Dia menyarankan agar Aline, membiarkan David bahagia dengan kenangan masa lalunya sebelumnya dia benar-benar kehilangan semua memorinya. Karena David melihat sosok ibunya dalam diri Asih.

Kenangan masa lalunya, akan memperlambat Alzheimer pada David.

Kondisi David yang semakin memprihatinkan tidak serta merta membuat keluarga besarnya bersimpati. Justru mereka meributkan masalah nasib perusahaan kedepan dan David harus segera mengambil keputusan besar.

Hanya dengan datang ke rumah Asih, David menemukan rasa aman. Asih juga sadar, bahwa dia bisa memperlambat penyakit yang diderita pemuda tersebut.

David dan mendiang istrinya mempunyai sebuah impian. Bahwa hidup mereka harus punya arti. Dengan yayasan yang mereka miliki, dapat membantu orang yang membutuhkan. Memberikan modal usaha demi kehidupan yang lebih baik. Awalnya, Asih menolak karena dia merasa ada orang lain yang berhak menerimanya. Namun, karena dia melihat ketulusan David, diapun menerimanya.

Dengan modal tersebut, Asih merintis usaha degan membuat kue bulan (moon cake). David memberikan resep mendiang Ibunya agar Asih bisa membuat moon cake seperti ibunya.



Comments

Popular Posts